Partai Golkar no.urut 5

Jakarta - Hasil survei tentang Indeks Transparansi Pendanaan Partai Politik (Parpol) oleh Transparency International Indonesia (TII) menyebutkan Partai Golkar dan Demokrat merupakan parpol yang tidak kooperatif dalam memberikan data keuangan untuk disurvei.

"Partai Demokrat dan Partai Golkar tidak membuka diri sehingga tidak dapat disurvei," kata Peneliti TII Putut Aryo, di Jakarta, Selasa (16/4).

TII melakukan survei pada Juni 2012-April 2013 dengan metode pengumpulan data secara kuantitatif, mengacu pada kuisioner yang didukung wawancara mendalam dengan informan kunci antara lain Bendahara Umum DPP parpol. Proses pengambilan data dilakukan berkali-kali demi pendalaman observasi.

Dikatakan, dari sembilan parpol di parlemen hanya lima parpol yang bersedia disurvei. Sebanyak empat di antaranya tidak memenuhi kategori persyaratan survei yakni, bersedia membuka diri, mengikuti proses assessment, dan melakukan audiensi.

Dua parpol yang memiliki kursi terbanyak di parlemen, Golkar dan Partai Demokrat tidak kooperatif. Begitu juga dengan PKS yang memiliki jumlah kursi sedang di DPR tidak kooperatif dalam keterbukaan informasi dana keuangan parpol. Sementara PPP hanya membuka diri untuk audiensi.

Hasil survei menyatakan, hanya PDI-P, PAN, Gerindra, PKB, dan Partai Hanura yang dianggap sangat kooperatif dalam survei yang digelar antara TII bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) itu.

Hasil survei menunjukkan dari lima partai yang menjalani survei hanya Gerindra, PAN, dan PDI-P yang menempati kategori Transparans dengan skor 3,00. Sementara PKB dan Hanura dinilai belum transparans karena memiliki skor di bawah 3,00.

"Instrumen penilaian dalam survei menemukan bahwa dari lima parpol yang menjalani survei tiga diantaranya Gerindra, PAN, dan PDI-P menempati kategori transparan dengan skor 3,00. Sementara PKB dan Hanura berada dalam kategori belum transparan dengan skor dibawah 3,00," katanya.

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI