Ilustrasi Caleg Partai Golkar

Jakarta - Menjelang satu hari penutupan pendaftaran calon legislatif (caleg) DPRD DKI pada Senin (22/4), Partai Golongan Karya (Golkar) mendaftarkan 106 caleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Minggu (21/4).

Dari 106 caleg yang didaftarkan, diantaranya caleg perempuan mencapai 32 persen. Tidak hanya itu, sebanyak 80 persen dari total caleg yang didaftarkan berasal dari generasi muda, yaitu berumur dibawah 50 tahun.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI sekaligus Wakil Ketua DPD DKI Partai Golkar Ashraf Ali mengatakan pihaknya membawa berkas-berkas caleg untuk pemilihan umum legislatif tingkat DPRD DKI sebanyak 106 orang. Rata-rata setiap daerah pemilihan (dapil) dicalonkan sebanyak 10 orang.

"Caleg yang paling banyak ada di wilayah Jakarta Timir, karena ada tiga dapil. Jadi ada 30 orang caleg di kawasan tersebut. Untuk kuota perempuan kami sudah melebihi ketentuan yaitu 32 persen," kata Ashraf di kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).

Sekretaris DPD DKI Partai Golkar Zainuddin menerangkan setelah penyusunan daftar caleg dari Partai Golkar selesai, pihaknya langsung menuju ke KPU Provinsi DKI untuk menyerahkan seluruh berkas yang berisi persyaratan untuk menjadi caleg.

"Kami langsung menyerahkannya kepada Ketua KPU Provinsi DKI dan Ketua Pokja Pendaftaran Caleg. Kami ingin semuanya selesai dan lolos. Sampai saat ini, belum ada satu pun caleg kami yang dinyatakan tidak lengkap berkasnya," kata Zainuddin yang akrab disapa Bang Oding ini.

Menurutnya, dari total jumlah caleg yang diajukan, sebesar 70 hingga 80 persen merupakan caleg dari generasi muda Partai Golkar. Sedangkan 30 persennya lagi adalah politisi senior yang telah berkecimpung baik di dunia perpolitikan maupun dalam DPRD DKI Jakarta.

"Dari berkas caleg itu, sekitar 70 hingga 80 persen merupakan generasi muda. Kita harus memikirkan perspektif generasi muda dalam membangun Kota Jakarta. Sudah waktunya kita berikan peluang kepada mereka berkecimpung dalam dunia politik. Kisaran umurnya 50 tahun ke bawahlah," terangnya.

Oding tidak takut terhadap menurunnya jumlah suara yang diberikan warga Jakarta akibat banyaknya generasi muda menjadi caleg. Justru kalau tidak berani memajukan generasi muda, Golkar tidak akan melihat terjadinya kaderisasi yang diharapkan terus berjalan dengan baik. Bahkan, dia menargetkan pada pemilu legislatif 2014 mendatang, Partai Golkar dapat neraih suara sebanyak 30 persen.

"Kalau tidak berani kapan lagi. Toh, kita sudah melakukan pelatihan, pembekalan, pendidikan dan pelatihan diklat serta orientasi sebagai caleg Golkar," ujar caleg dari Dapil 8.

Dalam menyaring caleg, Partai Golkar tidak membuka pendaftaran. Melainkan mereka melakukan diklat caleg selama tiga hari yang diikuti 600 kader yang akan dijadikan bakal Caleg. Lalu, tim sembilan melakukan analisa dan pengkajian dari 600 bakal caleg tersebut, sehingga terperas menghasilkan 106 caleg.

Dari 7 anggota DPRD DKI asal Fraksi Golkar, hanya dua yang tidak mendaftarkan diri. Yaitu Prya Ramadhani dan Inggard Joshua. Priya tidak mendaftarkan diri sebagai caleg dengan alasan memberikan kesempatan dan peluang sebesar-besarnya kepada generasi muda untuk mencicipi bangku wakil rakyat. Sedangkan Inggard Joshua tidak ada dalam daftar caleg, karena sudah pindah partai.

Ketua Pokja Pendaftaran Caleg DPRD DKI KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno membenarkan pihaknya telah menerima 106 berkas caleg dari Partai Golkar. Namun dirinya belum mengetahui secara pasti kelengkapan dari berkas tersebut.

"Berkasnya masih diperiksa oleh petugas kami. Jadi belum bisa disebutkan berapa yang diterima karena lengkap dan berapa yang ditolak karena tidak lengkap," paparnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI