Menteri Perdagangan Gita Wirjawan

Jakarta - Seluruh bakal calon presiden dari kalangan manapun harus memanfaatkan peluang konvensi yang kemungkinan akan dibuka partai-partai politik menjelang pemilu 2014. Seperti konvensi Partai Demokrat yang kemungkinan dilaksanakan pada Juli-Agustus mendatang.

"Bagi capres-capres alternatif, metode konvensi adalah panggung besar yang akan dengan cepat mempopulerkan mereka, dan panggung yang elegan buat menyampaikan gagasan dan memperkenalkan diri," kata Board of Advisor CSIS, Jeffrie Geovannie, di Jakarta, Senin (6/5).

Beberapa nama yang disebut-sebut menjadi capres alternatif adalah Dahlan Iskan, Gita Wiryawan, Mahfud MD, Marzuki Alie, hingga Irman Gusman. Keikutsertaan mereka dalam konvensi juga dinilai akan memberi pengetahuan ke masyarakat soal para calon itu.

"Publik pun jadi tahu siapa di antara mereka yang sebenarnya terbaik," imbuhnya.

Pengamat Politik Endang Tirtana menambahkan, masyarakat Indonesia harus dibiasakan untuk mendalami siapa calon terbaik yang bisa dipilihnya dalam tiap perhelatan politik. Sebab perlombaan mencari perhatian dan simpati publik seringkali membuat publik sulit membedakan mana yang sebenarnya dan mana yang hanya pencitraan.

Dia menekankan, masyarakat seharusnya tidak salah pilih lagi sehingga nasibnya ke depan bisa diperbaiki oleh pemimpin politik di masa mendatang.

"Masyarakat tidak boleh lagi terjebak dengan penampilan menawan dan pencitraan," tandas Endang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR, Arif Wibowo, mengatakan mekanisme konvensi adalah hal biasa dan pernah dilaksanakan oleh Partai Golkar di pemilu 2004 lalu. Hanya saja dia mengingatkan bahwa praktek money politic tetap terbuka peluangnya terjadi dalam konvensi itu.

Soal efektivitas proses konvensi itu, Arif menilai sangat tergantung pada basis legisitimasi di internal parpol hingga ke masyarakat. Apabila politik internal sebuah partai dan negara berbasis individualisme, maka konvensi capres tentu efektif.

Namun sebaliknya, jika partai dan bangsa menganut kolektivisme, mekanisme konvensi tentu tidak efektif dan bahkan bisa merusak kepemimpinan dan institusi.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan pihaknya akan menggelar konvensi untuk memillih calon presiden (capres) dan calon wakin presiden (cawapres) 2014. Kader dan tokoh di luar partai diberi kesempatan yang sama untuk diusung Demokrat.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI