Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Jakarta - Hasil temuan hampir semua lembaga survei, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengalahkan semua nama-nama yang dianggap akan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden. Karena itu, kalau mantan Walikota Solo maju pada Pemilu 2014 mendatang, hampir dipastikan dia akan memenangi pemilihan.

"Jika kita kunci asumsi bahwa Jokowi adalah capres yang sudah tak terkalahkan, maka diskusinya tinggal siapa yang paling pantas mendampingi Jokowi," ujar Direktur Eksekutif Intrans Saiful Haq, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/7).

Untuk menentukan siapa figur yang akan mendampingi Jokowi, bagi Saiful Haq, harus ditentukan terlebih dahulu formula seperti apa yang diinginkan. Menurutnya, jika disimulasikan, yang paling ideal ada dua komposisi capres-cawapres. Yaitu, pasangan muda-muda dan pasangan muda-tua.

"Pertama, kita lihat koalisi partainya lebih dulu. Peluangnya adalah koalisi PDIP-Demokrat yang muda-muda. Atau PDIP-Golkar yang muda-tua," ungkapnya.

Saiful memprediksi, bila PDIP-Demokrat yang berkoalisi, kemungkinan penggandeng Jokowi adalah Gita Wiryawan yang diduga akan memenangkan konvensi capres PD.

Sementara kalau Jokowi ingin disandingkan dengan tokoh tua, Golkar cukup banyak memiliki stok, dimana salah satunya adalah Ginandjar Kartasasmita.

"Tanpa Golkar sangat beresiko PDIP memajukan capres dan cawapres sendiri. Ginandjar punya peluang besar membawa koalisi PDIP-Golkar," kata dia.

Board of Advisor CSIS Jeffrie Geovanie, PDIP, sebelumnya menyakini bahwa koalisi PDIP-Golkar masih mungkin terjadi apabila koalisi PDIP-Demokrat tak bisa terjadi.

Ginandjar Kartasasmita dianggap merupakan tokoh Golkar yang cocok mendampingi Jokowi. Karena merupakan sosok yang komplet, militer, birokrat, teknokrat, akademisi.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/YUD

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI