Pidato Presiden - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan Pidato saat sidang bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia di Gedung MPR/DPD/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kenegaraan pada sidang bersama DPR dan DPD di gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (16/8) pagi. Sidang dipimpin Ketua DPD Irman Gusman. Hadir pada sidang itu, Wakil Presiden Boediono. Tampak pula mantan Presiden BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. Selain itu, hadir pula sejumlah duta besar dari negara sahabat serta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Dalam pidatonya, Presiden mengemukakan bahwa tahun depan (2014) adalah tahun pemilu, baik legislatif (Pileg) maupun pemilu presiden (Pilpres). Kunci keberhasilan dari pesta demokrasi itu ada pada penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP. Kepada tiga lembaga utama penyelenggara pemilu itu, Presiden meminta agar bekerja professional, netral dan jujur.

“Kita berharap agar penyelenggaraan pemilu nanti memenuhi semua standar yang berlaku secara universal, yang dalam tradisi demokrasi haruslah bersifat bebas dan adil; free and fair. Apa yang sudah kita capai dalam tiga pemilu demokratis sebelumnya, perlu kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan. Kita semua berharap agar semua pihak yang terkait dalam penye-lenggaraan pemilihan umum 2014, dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. KPU, Bawaslu, baik yang bertugas di tingkat nasional maupun di daerah, serta DKPP, memikul tanggung jawab penuh bagi tersele-nggaranya pemilihan yang demokratis. Hendaknya ketiga lembaga tersebut dapat bekerja sama dan memenuhi segala tugas mereka, sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam undang-undang yang berlaku,” kata Presiden.

Dia berharap pula agar partai politik (perpol) yang menjadi peserta pemilu juga ikut mensukseskan pemilu. Parpol harus mampu membangun hubungan yang lebih akuntabel dengan para konstituennya.

“Kita berharap agar partai-partai politik peserta pemilu menjadikan Pemilu 2014, sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas demokrasi di negeri ini. Meningkatkan kualitas demokrasi di tanah air merupakan agenda kita bersama. Untuk itu, partai politik hendaknya membangun hubungan yang lebih akuntabel dengan para konstituennya. Demokrasi kita adalah demokrasi perwakilan. Setiap wakil rakyat hendaknya menjaga kepercayaan yang diberikan para pemilihnya, dan menjadikan amanah tersebut sebagai perjanjian luhur dengan rakyat yang diwakilinya,” ujarnya.

Presiden menambahkan anggaran untuk penyelenggaraan pemilu tahun depan sangat tinggi. Karena itu harus bisa digunakan dengan baik dan tepat sasaran, tanpa penyelewengan. “Pemilu tahun depan merupakan pemilu keempat di era reformasi, yang akan diikuti oleh 12 Partai Politik Nasional dan tiga Partai Politik Lokal di Aceh. Pemilu juga akan memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, 2.137 anggota DPRD Provinsi, dan 20.257 anggota DPRD Kabupaten atau Kota. Dari segi pembiayaan, penyelenggaraan kedua pemilu ini juga tidak tergolong sedikit. Pemerintah mengang-garkan tidak kurang dari Rp 17 triliun. Belum lagi biaya yang akan disediakan oleh para peserta Pemilu. Sungguh ini sebuah perhelatan demokrasi yang sangat akbar, tidak saja bagi negeri ini, namun juga dalam bandingannya dengan pemilu di negara-negara demokrasi lainnya,” tuturnya.

Presiden juga menambahkan saat ini sudah banyak nama calon presiden yang muncul di media. Dia berharap para calon itu bisa mengemukakan visi dan misinya sehingga rakyat tidak tertipu dalam memilih. Kepada rakyat, dia meminta agar memilih sesuai dengan isi hati. Pastikan pemimpin yang dipilih memang bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik dan maju.

“Sampai saat ini, setidaknya terdapat puluhan nama yang beredar di media masa. Wajah-wajah baru juga muncul, ikut meramaikan bursa bakal calon Presiden dan Wakil Presiden. Semua wajah menyiratkan hasrat yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Sungguh ini sebuah anugerah, karena negeri ini telah berhasil mendorong munculnya para calon pemimpin baru yang berkualitas dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan di negeri ini. Kita berharap, setiap terjadi pergantian kepemimpinan nasional, terdapat angin segar yang membawa dua hal sekaligus pembaharuan dan kesinambungan,” tegasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: R-14

Sumber:Suara Pembaruan

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI