Bara Hasibuan: PAN Bukan Partai Islam i

Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan (kedua kanan) mengenakan jas kepada Sekjen Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Didi Supriyanto (kedua kiri) didampingi Ketua DPP PAN Bara Hasibuan (kanan) dan Wakil Sekjen DPP PAN Wahyuni Refi (kiri) ketika bergabungnya Partai Demokrasi Pembaruan ke PAN di DPP PAN, Jakarta.

Oleh: Robertus Wardi | Selasa, 26 November 2013 | 16:52 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Pimpian Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) bidang Hubungan Luar Negeri, Bara K Hasibuan, mengemukakan PAN bukan partai Islam, tetapi partai terbuka. Siapapun boleh bergabung ke PAN, tanpa melihat latar belakang agama, suku dan ras.

"Media salah kalau terus memasukkan PAN dalam kategori partai Islam. Sejak awal didirikan PAN adalah partai inklusif dan terbuka," kata Bara di Jakarta, Selasa (26/11).

Ia menjelaskan bahwa saat ini PAN juga sedang berusaha untuk memperkuat citra sebagai partai terbuka. PAN sadar kalau ingin menjadi partai besar maka harus menjadi rumah besar bagi semua golongan.

"Sebagai bukti bahwa PAN bukan partai Islam adalah satu-satunya posisi Ketua Komisi di DPR yang dimiliki PAN dipegang oleh Laurens Bahang Dapa yang beragama Kristen. Para calon legislatif (Caleg) PAN pada Pemilu 2014 nanti juga banyak yang beragama Kristen, Hindu maupun Budha," ujarnya.

Dia menegaskan jika nanti PAN masuk ke dalam koalisi dengan partai-partai menengah seperti PKB, PKS, dan PPP, maka langkah itu bukan berdasarkan platform Islam, melainkan kebangsaan dan kemajemukan sebagai kekuatan bangsa.

"Dalam berbagai interview, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sudah sering menegaskan bahwa PAN adalah partai sangat terbuka," tuturnya.


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT