Jokowi Diibaratkan Seperti Lionel Messi i

Capres PDI Perjuangan Joko Widodo

Oleh: Carlos KY Paath / ED | Kamis, 27 Maret 2014 | 13:20 WIB

Jakarta - Calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo (Jokowi) diibaratkan seperti bintang sepakbola Barcelona, Lionel Messi. Seperti halnya Messi saat beraksi di lapangan hijau, dalam percaturan politik pun Jokowi tidak dapat bertarung sendirian. Hal itu disampaikan Direktur Survey Nusantara Network (SNN) Meidy Poluan, di Jakarta, Kamis (27/3).

Menurut Meidy, Messi tidak akan mampu menghasilkan gol-gol spektakuler jika tak didukung mitra tangguh seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Alexis Sanchez. "Setidaknya, ada kesimpulan umum dari publik, jangan membiarkan Jokowi bertarung sendirian di lapangan percaturan global yang gelombangnya sangat dahsyat serta semakin sulit diprediksi arahnya," kata Meidy.

Sehebat-hebatnya Jokowi, masih kata Meidy, bahkan Messi dalam analogi dalam sepakbola, akan mubazir jika tak memiliki mitra tangguh. "Mayoritas publik sudah cerdas melihat sisi-sisi kelebihan dari seorang Jokowi. Namun, mereka pun sadar dengan kelemahan Jokowi yang perlu kematangan lebih dalam mengelola kebijakan publik, guna menjawab beragam isu dan menawarkan solusi-solusi strategis bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat, keadilan bernegara, keharmonisan berbangsa, termasuk berwibawa dalam percaturan global," ujarnya.

Meidy mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian ekspresi aspirasi publik dalam studi awal hingga medio minggu ketiga bulan Maret ini, SNN menemukan lima nama pendamping Jokowi. "Kami menemukan lima nama. Mereka adalah Gita Wirjawan, Ganjar Pranowo, Priyo Budisantoso, Ali Masykur Musa, dan Sukardi Rinakit. Dari lima nama itu, alangkah dahsyatnya jika terjadi kolaborasi antara Jokowi dan Gita, mirip dengan 'duet' Messi dan Xavi di Barcelona," ujarnya.

Menurut Meidy, kelima nama pendamping Jokowi dianggap relatif bebas dari berbagai konflik kepentingan. "Nama-nama itu punya rekam jejak yang teruji, sehat fisik dan rohani, dan dapat diandalkan dalam melakukan tugas-tugas berat yang menantang, baik di lingkup nasional maupun internasional," tandasnya.


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT