Irman Gusman art
Tempat, Tanggal Lahir:   Padang Panjang, Sumatera Barat, 11 Februari 1962
Pendidikan:   Master of Business Administration University of Bridgeport, Connecticut, AS (1988)
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (1985)
Karier:   Ketua Dewan Perwakilan Daerah (2009-2014)
Wakil Ketua Fraksi Utusan Daerah MPR RI (2002-2004)
Partai:   -
Website:   www.IrmanGusman.com
Facebook:   Irman Gusman (Fan Page / Pendukung)
Twitter:   @irmangusman_IG

Pemimpin yang Memadukan Bisnis dan Politik

Irman Gusman adalah salah satu sosok pemimpin muda yang mampu tampil di panggung dunia politik tanpa menunggangi partai politik (parpol), sebagaimana politisi lainnya. Memadukan dua bidang yang berbeda, yakni bisnis dan politik, menjadi modal bagi pria kelahiran Padang Panjang, setengah abad silam ini, untuk menapaki karier politik hingga kini memimpin Dewan Perwakilan Daerah (DPR).

Di awal karier, Irman memilih menjadi pengusaha yang diyakininya dapat memberi insipirasi bagi semua orang. Sejak mahasiswa, jiwa kepemimpinan Irman sudah tampak dengan menjabat Ketua Senat Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI). Irman berkeyakinan bahwa kepemimpinan itu adalah sebuah keteladanan.

Dalam kancah politik, Irman sanggup membuktikan bahwa seorang pemimpin lahir melalui proses yang panjang, rumit dan berliku. Jebolan S2 dari University of Bridgeport, Amerika Serikat, AS ini, tidak menggunakan parpol untuk menyalurkan hasrat politiknya. Irman merintisnya dengan menjadi senator yang mewakili daerahnya.

Karier politik ditapakinya dengan menjadi anggota MPR dari utusan daerah Sumatera Barat pada era Orde Baru. Dua kali duduk di lembaga tertinggi negara itu mengantarnya menjadi anggota DPD dua kali berturut-turut. Selama 13 tahun karier politiknya di Senayan, Irman tidak menjadi representasi parpol.

Menjelang Pilpres 2014, nama Irman mulai dilirik sejumlah parpol. Selain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Partai Golkar juga mempertimbangkan menduetkan Aburizal Bakrie dengan Irman Gusman.

Mantan Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella pernah menyebutkan nama Mahfud dan Irman sebagai calon presiden (capres) alternatif yang diincar. Menurut Rio, kapasitas Irman tidak perlu diragukan lagi. Sebagai pemimpin lembaga tinggi negara, tentu mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat.

Rio juga berpendapat, Irman merupakan figur yang unik dengan pemikiran-pemikiran moderat, serta dianggap memiliki pemahaman tentang masalah kebangsaan dan kebinekaan dengan sangat baik.

Irman tidak banyak berkomentar ketika diminta tanggapan atas wacana pengusungan dirinya baik sebagai capres maupun calon wakil presiden (cawapres).

“Buat saya wacana itu (pencapresan, Red) merupakan sebuah bentuk apresiasi. Saya berterima kasih atas hal itu,â€Â kata Irman beberapa waktu lalu.

Dia lebih memilih membicarakan mengenai kepemimpinan bangsa ke depan dibanding wacana pencapresan. Pasalnya, tantangan bangsa ke depan bakal jauh lebih rumit dan multikompleks.

“Tantangan bangsa ke depan lebih multikompleks. Pemimpin ke depan harus memikirkan bagaimana menjaga keutuhan rumah bangsa, NKRI tercinta. Pemimpin harus bisa memberi rasa aman bagi rakyat,â€Â tuturnya.

Pancasila, lanjut Irman, harus menjadi dasar dan landasan berpikir filosofis bagi bangsa. Empat pilar yang seharusnya menopang Pancasila adalah UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Bahasa Indonesia.

“Harusnya yang dikedepankan itu adalah satu dasar empat pilar. Pancasila harus jadi dasar. Kalau itu sudah terjamin maka cita-cita bangsa bisa terwujud. Jangan sampai kita justru mengutamakan kepentingan kelompok tertentu,â€Â ujarnya.

Menyinggung soal Pilpres 2014, Irman berharap parpol dapat menjadi instrumen untuk mencari kader bangsa. Artinya, rakyat harus diberikan pilihan pemimpin yang benar-benar layak memimpin bangsa.

“Parpol bertugas dan bertanggung jawab untuk mencari pemimpin yang bisa dipercaya masyarakat. Demokrasi harus bersifat substansial, bukan prosedural. Berikan pilihan yang layak untuk rakyat dan biarkan rakyat menentukan pemimpin yang sesuai harapan,â€Â tegas peraih Bintang Mahaputera Adipradana ini.

Sementara itu, mantan Sekjen DPD Siti Nurbaya menilai Irman merupakan figur yang sangat peduli dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diamanatkan. Selalu menuntut profesionalisme dan kesempurnaan kerja adalah bentuk pertanggungjawaban Irman.

“Pak Irman tidak mau disebut tidak bisa bekerja. Apa pun sebuah pekerjaan harus bisa dilakukan walaupun harus ada syarat yang dipenuhi,â€Â kata Siti.

Irman selalu membuat terobosan-terobosan yang dikerjakan di DPD. Terobosan itu dinilai tidak terlepas dari latar belakang Irman sebagai pengusaha.

“Pak Irman itu sangat disiplin dan berani mengambil risiko. Beliau juga sering mengeluarkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang. Dan yang paling membanggakan, beliau muncul dari generasi muda,â€Â ujar Siti.

Pendekatan ke Parpol
Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit mengatakan, Irman harus bekerja sama dengan parpol jika ingin diusung menjadi capres maupun cawapres. Sebelum itu, Irman perlu melakukan semacam kampanye atau pemasaran.

“Mesti ada komunikasi yang baik dengan partai. Irman cukup mengenal Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kenapa tidak terus terang bicara? Kalau sudah ada partai yang usung, kan tinggal tunggu pilpres saja,â€Â kata Arbi.

Arbi menuturkan Irman sebaiknya tidak mengincar posisi apa pun terlebih dahulu pada 2014, baik capres maupun cawapres. Biarkan parpol yang menentukan komposisi politik yang tepat jika ingin mengusung Irman.

“Elektabilitas Irman perlu ditingkatkan, tidak perlu kejar target mau jadi capres atau cawapres. Parpol akan melihat komposisi politik pasangan capres-cawapres yang tepat, termasuk faktor Jawa dan non-Jawa,â€Â tutur Arbi.

Kompetisi politik pada Pilpres 2014 bakal berlangsung ketat. Sebab, saat ini parpol tidak mempunyai calon pemimpin yang meyakinkan untuk memimpin bangsa ini. “Parpol harus cari tokoh di luar parpol yang mempunyai popularitas dan elektabilitas tinggi, sikap negarawan, dan track record teruji,â€Â imbuhnya.

Sedangkan, pengamat politik dari lembaga survei Charta Politika, Arya Fernandes berpendapat Irman mempunyai pengalaman politik yang baik. Namun, pengalaman itu seolah-olah belum dimanfaatkan Irman.

“Posisinya sebagai ketua DPD sebetulnya sangat strategis untuk kepentingan 2014. Tapi sayang, dia belum memanfaatkan posisi tersebut untuk menyosialisasikan dirinya ke publik,â€Â kata Arya.

Meskipun demikian, lanjut Arya, peluang Irman untuk menjadi salah satu kandidat capres sangat sulit. Pasalnya, berat bagi Irman untuk berlaga dalam Pilpres 2014 yang kemungkinan bakal dihiasi tokoh-tokoh senior, seperti Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, dan Prabowo Subianto. Mereka semua relatif memiliki basis massa dari parpol yang lebih kuat ketimbang Irman.

Menurut Arya, Irman lebih tepat mengisi posisi cawapres. “Irman saya kira cocok untuk posisi cawapres. Masih berat untuk berlaga dengan nama-nama besar capres. Selain itu kecil juga peluang mendapatkan tiket capres dari partai,â€Â ungkap Arya.

Politik adalah the art of the impossible atau seni ketidakmungkinan. Sulit untuk menebak pemimpin bangsa pada 2014 kelak. Namun, rakyat saat ini sudah semakin cerdas. Pemimpin yang teruji dan terbukti tentu menjadi pilihan utama.

   

Penulis: C-6/ ARD

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI