Surya Paloh art
Tempat, Tanggal Lahir:    Banda Aceh, 16 Juli 1951
Pendidikan:   Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Sumatera Utara, Medan (1972-1975)
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Medan (1970-1972)
Karier:   Pendiri Partai Nasional Demokrat (2011)
Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar (2004-2009)
Direktur Utama PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) (1999-sekarang)
Partai:    Nasional Demokrat
Website:   -
Facebook:   Surya Paloh (Community Page)
Twitte:    @surya_paloh


Membangun Bangsa Lewat Gerakan Moral

Nama Surya Paloh tak asing lagi di panggung politik Tanah Air. Namanya juga muncul dalam bursa calon presiden (capres) sejumlah lembaga survei sejak dia mendirikan organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem). Ormas itu pun kini berubah rupa menjadi partai politik dengan nama Partai Nasdem.

Surya Paloh mengakui, Partai Nasdem memang disiapkan sedemikian rupa untuk menjadi partai alternatif bagi masyarakat Indonesia. Sebab, ujarnya, parpol diberi hak istimewa oleh konstitusi untuk mengawal demokrasi.

“Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol bukan semakin hebat dan kokoh, malah ada penurunan yang sangat tajam dari tahun ke tahun. Ini sebenarnya tidak menyehatkan bagi sistem demokrasi. Ketika masyarakat sudah tidak memberikan harapan dan keyakinan pada parpol, sementara hak-hak konstitusional ada pada diri mereka, dia bisa berbuat apa saja. Bahkan, kucing hitam pun bisa dijadikan kucing putih,” ujar ketua umum Partai Nasdem beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini membutuhkan sebuah kepercayaan, keteladanan, dan kepemimpinan. Parpol mempunyai kekuasaan, namun bukan berarti berhenti sampai di situ. Ketika tidak berjalan dengan baik, akan terjadi distorsi dan parpol pun kehilangan kepercayaan.

Surya Paloh menegaskan, dosa yang paling besar adalah mereka yang mengaku sebagai elite-elite politik dan bangsa, tapi justru yang paling minim memberikan kontribusi positif untuk membangun bangsa ini.

Meski demikian, kondisinya akan lebih berbahaya, jika tanpa keberadaan parpol. Dengan demikian, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap parpol.

Menurut Surya Paloh, masyarakat tidak boleh berhenti pada sikap sinisme, apatisme, dan masa bodoh terhadap situasi saat ini.

“Saya tidak mungkin hanya menjadi satu kelompok kecil penekan, yang kemudian datang dengan gerakan moral hanya untuk mengimbau dan mengharapkan terjadi perubahan. Jadi, mengubah sikap masyarakat, yang tadinya tidak percaya menjadi percaya. Tools yang ada, saya pikir, membangun parpol baru. Ini motivasi mengapa saya harus membangun Partai Nasdem,” ujarnya.

Terkait namanya yang mulai disebut-sebut sebagai capres pada Pilpres 2014, Surya Paloh mengatakan permasalahan utama bukan siap atau tidak untuk menjadi capres, tapi ada etika dan kepatutan yang harus dipegang. Jika Partai Nasdem sibuk dengan nama capres, maka itu salah dan menjadi satu hal yang melanggar etika kepatutan. Menurutnya, meski Nasdem sudah masuk dalam parpol peserta pemilu, partai tidak akan ikut mendahulukan kepentingan pengajuan capres, melainkan harus melihat dulu hasil tahapan pemilu legislatif.

Bagi pria yang lahir di Kutaraja, Aceh, kepercayaan masyarakat terhadap Nasdem terakumulasi semakin besar dari waktu ke waktu. Hal itu dilakukan untuk membuka pemahaman masyarakat tentang sebuah nilai moral edukasi. Hasilnya tidak akan dirasakan waktu dekat, tapi mungkin oleh anak-anak di masa depan bangsa.

Inflasi Politik
Menurut dia, saat ini Indonesia memerlukan sebuah sikap dan kemuliaan hati di tengah sesama anak bangsa yang kehilangan kepercayaan.

“Jadi, apa artinya jika intelektualitas kita tidak diiringi oleh moralitas yang menjaga peradaban. Kita menjadi bangsa yang lemah. Masyarakat sekarang sulit membedakan seorang pejuang yang ksatria dengan pencopet dan pencoleng. Mana emas dan mana loyang. Semua ingin menjadi presiden. Kondisi seperti ini dikatakan inflasi politisi, tapi minus negarawan,” ujar mantan petinggi Partai Golkar itu.

Menurut Surya Paloh, cita-citanya adalah mengembalikan apa yang sudah didapatkan dari Indonesia. Karena, Indonesia sudah memberikan segalanya dan telah membuat dia benar-benar merasakan menjadi warga negara kelas satu.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Patrice Rio Capella memandang Surya Paloh sebagai sosok yang memberi inspirasi bagi seluruh kader partainya. Setelah 2014, ujarnya, Indonesia memang harus melakukan perubahan yang fundamental agar rakyat bisa merasakan perbedaan pada lima tahun ke depan.

“Pak Surya Paloh itu ulet, tangguh, dan fokus dalam memperjuangkan keyakinan. Jadi, ketika dia bilang tidak ada jalan lain memperjuangkan persoalan bangsa ini, selain harus direstorasi. Dia fokus membesarkan ormas dan membesarkan Partai Nasdem. Saya melihat bahwa komitmen dia tidak bergeser. Dia betul-betul mengajak elemen bangsa untuk meyakini bahwa restorasi itu memang harus dilakukan, jika memang tidak ingin bangsa ini karam,” ujarnya.

Senada dengannya, peneliti senior Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Totok Sugiarto mengatakan Surya Paloh memang tokoh yang berpeluang untuk bisa menjadi capres bagi Partai Nasdem. Namun, kata dia, syarat utama adalah Partai Nasdem bisa masuk parlemen.

“Dia adalah bidan yang melahirkan partai itu. Dia juga elite di partai itu sekarang. Jadi, sampai sekarang, memang dia yang berpeluang untuk menjadi capres dari Nasdem,” ujarnya.

Suara Pembaruan

Penulis: WIN/AB

Sumber:Suara Pembaruan

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI