Seorang pengguna Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (24/2) mengenakan topeng wajah Anas Urbangningrum, bekas Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka  kasus korupsi seraya membentangkan tulisan "Saya Tunggu di Monas".

Jakarta - Munculnya wacana agar partai yang kadernya banyak terlibat korupsi agar dapat dibubarkan dipandang tidak adil oleh Partai Demokrat. Saat ini Partai Demokrat (PD) menjadi sorotan pasca ditetapkannya mantan Ketua Umum mereka, Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

"Wacana (pembubaran Demokrat) yang tidak fair dan tidak benar. Jumlah kader kami yang korup tidak banyak, masih ada partai lain yang jauh lebih banyak koruptornya," kata Ketua DPP PD Didi Irawadi Syamsuddin di Jakarta, Rabu (27/2). Anggota Komisi III DPR tersebut menyatakan, PD telah bertindak tegas terhadap kader yang terlibat masalah hukum, khususnya korupsi.


"Kami sudah buktikan bahwa kader partai kami yang korupsi tidak pernah dilindungi," tegasnya. Seperti diketahui, Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin mengatakan, praktik korupsi yang dilakukan oleh kader partai politik kini sudah pada taraf yang kronis.

Jika sebelumnya hanya melibatkan anggota dan pengurus yang posisinya dalam kepengurusan parpol tidak strategis, tetapi kini dua ketua umum parpol malah sudah dijadikan tersangka kasus korupsi oleh KPK.Kondisi ini seolah menyempurnakan bukti gagalnya sistem rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan diinternal parpol. Seleksi caleg yang di klaim dilakukan secara ketat oleh parpol melalui serangkai tes lengkap dengan penandatangan pakta integritas ternyata hanya omong kosong belaka.

"Penyederhanaan partai politik ke depan bukan lagi menekankan pada soal kemampuan parpol membentuk kepengurusan di banyak daerah dan memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold), tetapi akan ditentukan oleh seberapa bersih parpol dari praktik korupsi. Jika kader melakukan korupsi, maka parpolnya harus dibubarkan," kata Said.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/YUD

Sumber:Suara Pembaruan

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI