Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah mengatakan, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang dimiliki oleh Bawaslu hanya bisa bekerja hingga akhir Juli 2013.

Pasalnya, anggaran Bawaslu hingga kini tidak mampu membiayai Panwascam hingga akhir Desember 2013 dalam melaksanakan tahapan pemilu yang berjalan pada 2013.

"Anggaran di Bawaslu itu memang tidak cukup untuk mencover selama 12 bulan selama 2013 untuk Panwascam. Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) sama sekali tidak ada anggaran, yang ada cuma anggaran Panwascam hingga bulan Juli. Artinya tidak mungkin dapat tercapai pengawasan secara maksimal untuk 2013 di tingkat kecamatan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II dengan KPU, di Kompleks Parlemen DPR, Jakarta, Kamis (18/4).

Oleh karena itu, lanjut Nasrullah, Bawaslu merencanakan dan berharap adanya partisipasi dari masyarakat maupun bersama partai politik (parpol) untuk bisa secara bersama-sama menjadi mitra dalam mengawas tahapan pemilu.

Selain itu, ia juga akan berupaya menggandeng kemudian organisasi masyarakat (ormas) serta media massa bahkan partisipasi perguruan tinggi serta relawan-relawan.

"Apa boleh buat karena kita tidak punya modal apa-apa. Kita modalnya mungkin cuma modal ID card, tapi bisa jadi siapa tahu ada orangnya memang sukarela bantu pengawasan pemilu," imbuh Nasrullah.

Ia berharap, pemerintah segera menyikapi persoalan ini agar proses pemilu menjadi berimbang, tak hanya memperhatikan wilayah teknis semata namun juga pengawasan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arif Wibowo mengatakan, pihaknya akan mengupayakan anggaran untuk penyelenggara pemilu seoptimal mungkin. Dengan kata lain Komisi II DPR RI, lanjut dia, akan mengupayakan memperpanjang atau merekruit Panwascam hingga akhir 2013.

"Iya akan kami usahakan. Intinya di Kementerian Keuangan, yang kadang tidak menganggap penting pemilu, itu masalahnya. Tapi kita akan usahakan supaya pengawasan ke depan bisa optimal," ucapnya.

Suara Pembaruan

Penulis: WIN

Sumber:Suara Pembaruan