Ilustrasi ujian nasional

Kupang – Pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2013 tinggal empat hari lagi, namun naskah ujian yang dicetak di Jakarta belum tiba di Kupang. Hal ini membuat resah banyak kalangan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Yohanis Mau, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, membenarkan hal tersebut ketika dikonfirmasi wartawan di Kupang. Ia mengatakan naskah ujian sudah dikirim sejak Minggu (7/4), namun hingga saat ini belum tiba. Dia menambahkan, biasanya naskah ujian sudah diterima H-7 pelaksanaan UN.

Jika sampai Jumat (12/4), naskah ujian belum tiba di Kupang, maka pelaksanaan UN di NTT terancam ditunda. Yohanis menjelaskan kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat distribusi naskah ujian memerlukan waktu lama. Pengiriman naskah UN tidak mungkin dilakukan dengan kapal laut. Satu-satunya cara adalah dengan mencarter pesawat udara.

Sementara itu, Mikael Betty, Ketua Persatuan Pengusaha Grafika Indonesia NTT, menjelaskan keterlambatan ini disebabkan kebijakan Kemdikbud yang melakukan penghematan biaya pencetakan. Kebijakan ini sudah berjalan sejak 2010, di mana naskah ujian nasional dicetak di Jakarta. Tahun sebelumnya tugas tersebut diberikan pada Dinas PPO NTT.

Betty menyebutkan, selain menyebabkan kerugian finansial, ia juga khawatir terjadinya kebocoran dan kerusakan naskah selama pengiriman. Ia membandingkan ketika naskah ujian dicetak di Kupang, kerahasiaanya terjaga dan pendistribusian ke daerah berjalan lancar serta tepat waktu.

Distribusi naskah ujian yang terlambat ini diperparah dengan belum diterimanya anggaran pelaksanaan UN. Menurut Kepala Dinas PPO Provinsi NTT, Klemens Meba, dana operasional tersebut belum diterima oleh Universitas Nusa Cendana Kupang sebagai pelaksana dan pengawas UN di NTT. “Padahal dana tersebut sangat diperlukan untuk membayar honor panitia, pengawas, dan biaya untuk pendistribusian naskah ujian,” ujarnya.

Tahun ini peserta UN di NTT berjumlah 58.936 siswa SMA dan SMK yang tersebar di 21 kabupaten dan kota di NTT.

Suara Pembaruan

Penulis: YOS/AF

Sumber:Suara Pembaruan