Ilustrasi ujian nasional

Jakarta - Sebanyak 6.992 peserta didik yang mengikuti program Paket C, baik Paket C-IPA dan Paket C-IPS Tahap 1 akan mengikuti Ujian Nasional (UN) di hari yang sama dengan penyelenggaraan UN sekolah reguler tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Alawiyah (MA), dan SMA Luar Biasa (SMALB).

Dari jumlah tersebut, siswa Paket C-IPA Tahap I yang akan mengikuti UN ada sebanyak 349 orang. Siswa Paket C-IPS Tahap I ada sebanyak 6.643 orang. Mereka akan mengikuti UN pada tanggal 15-18 April 2013 berbarengan dengan siswa SMA, SMK, MA, dan SMALB. Hanya saja waktu penyelenggaraan UN untuk program Paket C yang berbeda, yaitu dilaksanakan pada pukul 13.30-15.30 WIB dan 16.00-18.00 WIB setiap harinya.

Materi yang diujikan juga berbeda. Bagi siswa Paket C-IPS, materi pelajaran yang akan diujikan adalah Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Sosiologi, Geografi, Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Matematika.

Lalu bagi siswa Paket C-IPA, materi pelajaran yang akan diujikan adalah Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Biologi, Kimia, Bahasa Inggirs, Fisika, dan Matematika. Sedangkan untuk Paket C Kejuruan, materi pelajaran yang diujikan adalah Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, dalam penyelenggaraan UN tahun ini ada beberapa perbedaan dari pelaksanaan UN tahun lalu. Salah satu perbedaannya adalah penyelenggaran UN Paket C setara SMA dilaksanakan pada tanggal yang sama dengan UN sekolah reguler.

“Kalau tahun lalu UN reguler dengan Paket C itu waktu penyelenggaraannya berbeda satu bulan. Kalau sekarang, disamakan tanggal pelaksanaannya, hanya saja waktu pelaksanaannya berbeda. Kalau UN reguler di pagi hari, UN Paket C dilakukan siang hari dan sore hari,” kata Taufik Yudi, Jumat (12/4).

Menurutnya, penyamaan tanggal pelaksanaan UN tersebut merupakan langkah maju dalam dunia pendidikan untuk menyetarakan siswa sekolah reguler dengan siswa program Paket C. Dia berharap, tahun-tahun mendatang, pelaksanaan UN regular dengan Paket C dapat disamakan waktunya.

Perbedaan waktu pelaksanaan UN Paket C dengan UN reguler dikarenakan karena tidak ada tempat untuk pelaksanaan ujian. Sebab, pagi harinya, seluruh gedung SMA dipakai untuk pelaksanaan UN sekolah reguler.

“Karena itu, pelaksanaan UN Paket C akan menggunakan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Tidak memakai gedung SMA, karena tidak mau mengganggu pelaksanaan UN reguler yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya,” ujarnya.

Penyelenggaraan UN Program Paket C dan Program Paket C Kejuruan di Jakarta Pusat, bertempat di SMPN 216 (25 ruangan), SDN 07-12 (32 ruangan) dan SMPN 71 (12 ruangan).

Untuk Jakarta Utara, UN Paket C digelar di SDN Tugu Utara 22 (6 ruang), SDN Tugu Utara 23 (5 ruang), SMPN 136 (18 ruang), SMPN 121 (10 ruang) dan SMPN 114 (14 ruang).

Jakarta Barat dilakukan di SMP Tanjung (16 ruang), SMPN 75 (22 ruang), SMPN 229 (17 ruang) dan SMP Cengkareng I (29 ruang). Jakarta Selatan ada di SMPN 119 (25 ruang), SMPN 11 (20 ruang), SMPN 13 (20) dan SMPN 29 (25 ruang).

Jakarta Timur diselenggarakan di SMPN 49 dan SMPN 20 (17 ruang), SMPN 209 (17 ruang), SDN 19 Kramat Jati (6 ruang) dan SDN 20 Kramat jati (5 ruang). Serta di Kepulauan Seribu menggunakan SDN 01 Pulau Harapan, dan SDN 01 Pulau Untung Jawa.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD