Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbicara kepada para wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjanjikan masalah pengangkatan guru honorer dan peningkatan kesejahteraannya akan diselesaikan, setelah program peningkatan kesejahteraan dokter honorer rampung dilakukan.

“Guru honorer berikutnya, setelah kita selesai dengan dokter honorer. Kita akan kaji semua. Jadi dokter honorer dulu yang kita selesaikan, setelah itu guru honorer,” kata Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (15/4).

Dia memastikan tingkat kesejahteraan guru honorer akan diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tenaga dan jasa guru honorer dinilai sangat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta.

Pemprov DKI akan mengupayakan gaji guru honorer diatas dari biaya Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jakarta sebesar Rp1.978.789 per bulan. “Kami tidak ingin ada gaji guru honorer, atau pekerja apa pun yang gajinya dibawah KHL,” tegas Ahok.

Hingga saat ini, jumlah guru honorer di Jakarta ada sebanyak 12.000 orang. Langkah yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di DKI Jakarta adalah memberikan tunjangan kesejahteraan guru honorer Rp 400 ribu per bulan.

Mulai September 2012, guru honorer di Jakarta mendapatkan tunjungan kesejahteraan yang memadai, sambil menunggu secara bertahap diangkat menjadi pegawai negeri sipil penuh. Hal ini dilakukan karena Jakarta tidak memiliki sumber daya lain, selain sumber daya manusia, termasuk guru honorer adalah sumber daya manusia yang perlu diperhatikan secara khusus.

Selain memberikan tunjungan kepada guru honorer, sertifikasi guru terus dilanjutkan dan pemberian beasiswa kepada guru yang ke S3. Yayasan Beasiswa Jakarta milik Pemprov DKI Jakarta siap memberikan beasiswa kepada guru-guru muda yang ingin mengambil program doktoral tersebut.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/AF

Sumber:ahok,gaji,guru,honorer