Mendikbud M. Nuh mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta

Mendikbud menjanjikan akan membantu pembangunan gedung 11 lantai untuk Unusa.

Surabaya - Mendikbud Mohammad Nuh mendukung rencana pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya atau disingkat Unusa yang mulai dibuka pada tahun 2013.

"Nanti, bapak-ibu dari seluruh Jatim dapat menguliahkan anaknya di Surabaya," katanya di hadapan ratusan peserta jalan sehat dalam rangka HUT ke-11 Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, Sabtu (25/5).

Didampingi Direktur RSI Jermusari Surabaya Prof Dr dr Rochmad Romdoni SpPD SpJP-K FIHA, Menteri yang juga Ketua Yayasan RSI Surabaya (Yarsis) itu menjelaskan Unusa akan membuka lima fakultas, di antaranya fakultas kedokteran.

"Insya-Allah, Unusa bisa membuka (fakultas) kedokteran, karena sudah punya rumah sakit, ya RSI ini rumah sakitnya yang akan digunakan mahasiswa untuk praktik," katanya.

Sebagai bentuk dukungannya, Mendikbud menjanjikan akan membantu pembangunan gedung 11 lantai untuk Unusa di samping sebelah selatan dari RSI Jemursari Surabaya.

Senada dengan itu, Direktur RSI Jermusari Surabaya Prof Rochmat Romdoni yang menjadi kandidat Rektor Unusa menegaskan bahwa Unusa sudah lama mengajukan izin ke Kemendikbud.

"Insya-Allah dalam waktu dekat akan turun, karena visitasi pendirian universitas itu sudah dilakukan pada awal Mei lalu, sehingga Unusa bisa menerima mahasiswa mulai September," katanya.

Menurut dia, Unusa sebenarnya sudah memiliki empat program studi di bidang kesehatan yang kini masih menjadi Stikes Yarsis (sekolah tinggi ilmu kesehatan Yayasan RSI Surabaya).

"Jadi, nanti akan ada dua gedung yakni fakultas kesehatan di Yarsis dan empat fakultas lainnya di dekat RSI Jemursari, sehingga nantinya akan ada lima fakultas dengan 15 prodi," kata mantan Direktur Rumah Sakit Haji Surabaya itu.

Didampingi Ketua Stikes Yarsis Drs Salamun MKes, ia menjelaskan ke-15 prodi itu akan bernaung dalam fakultas kesehatan, kedokteran, ekonomi, teknik (elektro medik), dan keguruan/ilmu pendidikan. "Untuk angkatan pertama, kami akan menerima 40-50 mahasiswa pada setiap fakultas," katanya.

Secara terpisah, Ketua Stikes Yarsis Drs Salamun M.Kes menyatakan Stikes Yarsis sendiri sudah memiliki "Mini Hospital" di komplek RSI Jemursari Surabaya sejak 15 Desember 2012.

"Banyak kalangan menengarai bahwa karakter keperawatan itu sudah mulai hilang, karena itu Mini Hospital di RSI Jemursari akan mencetak mahasiswa Stikes Yarsis yang memiliki karakter keperawatan," katanya.

Hal itu, karena 120 mahasiswa Stikes Yarsis yang praktik di Mini Hospital di komplek RSI Jemursari akan menyaksikan langsung perawat atau bidan dalam menangani pasien, sekaligus mendapatkan pendampingan dari perawat atau bidan sesungguhnya yang menjadi instruktur mereka.

"Dengan demikian, mahasiswa Stikes Yarsis akan mendapatkan pembelajaran ketrampilan dan sikap (attitude), terutama sikap yang sifatnya bio, psiko, sosio, dan kultur hingga pasien akan merasa nyaman, apalagi ada kultur Islami," katanya.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT