Universitas Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang, ketika menerima kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta pada 11 April 2013.

Jakarta – Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, menduduki peringkat teratas di antara universitas swasta di seluruh Indonesia, berdasarkan daftar peringkat QS University Rankings: Asia 2013 yang dirilis Senin (17/6).

Secara keseluruhan, UPH masuk 10 besar universitas di Indonesia. Sedangkan di Asia, UPH berada di peringkat 277.

Dibandingkan daftar peringkat 2012, posisi UPH itu melonjak dari sebelumnya di urutan 382. Lonjakan peringkat juga dialami oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dari 264 pada 2012 menjadi 208 pada 2013. Hal sama dialami oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dari 357 menjadi 278.

Rektor UPH Jonathan Parapak menyambut baik dan megucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh QS Intelligence Unit lewat “QS University Ranking: Asia 2013”.

Prestasi ini semakin mendorong visi UPH untuk terus maju dan mengukuhkan dirinya sebagai perguruan tinggi berstandar internasional, kata Parapak.

Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan bercokol di urutan 65 pada daftar peringkat 2013, tapi turun dibandingkan posisi 59 tahun lalu.

Di antara 10 besar universitas di Asia Tenggara berdasarkan peringkat itu, UI tahun ini berada di urutan delapan. Posisi teratas diduduki oleh National University of Singapore (NUS), yang di level Asia menduduki posisi dua.

Adapun posisi dua di Asia Tenggara adalah Nanyang Technological University (NTU), juga dari Singapura, dan di Asia berada di peringkat 10. Sedangkan tiga besar ditempati Universiti Malaya (UM), yang di Asia berada di urutan 33.

Urutan teratas di Asia pada daftar peringkat tersebut ditempati Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dengan nilai sempurna 100. Posisi dua dan tiga dengan skor 99,60 ditempati NUS dan University of Hong Kong. Posisi empat Seoul National University dengan skor 99,20, sedangkan peringkat lima Peking University dari China dengan skor 98,50.

Urutan satu sampai empat dalam daftar QS University sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan peringkat Peking University naik dari tahun sebelumnya di peringkat enam.

HKUST juga mencatat lonjakan peringkat, yakni dari empat pada 2009 menjadi nomor satu sejak dua tahun lalu. NUS melonjak dalam lima tahun dari urutan 10 menjadi dua, dan Peking University melonjak dari posisi 13 menjadi lima dalam periode yang sama.

Christina Yan Zhang, dalam pernyataan yang mengiringi laporan peringkat itu mengatakan, beberapa tahun terakhir kian marak jenis baru mahasiswa internasional, yakni mahasiswa “glocal”. Mereka adalah mahasiswa yang memiliki aspirasi global, tapi memilih untuk tinggal di negara atau wilayah asal untuk menempuh pendidikan.

“Negara-negara yang berkembang pesat di Asean menjadi motor dari tren ini. Laporan Boston Consulting Group dan McKinsey and Co memperkirakan, pada 2020 terdapat 100 juta warga dengan pola belanja kelas menengah di seluruh wilayah Asean, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand,” tutur Zhang.

Ben Sowter, kepala QS Intelligence Unit, mengatakan, pendidikan tinggi di Asia bertransformasi secara cepat. Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Korea Selatan, kata dia, berada di garis depan dalam jajaran elite akademik global.

“Sejak resesi global terakhir, 17% lebih universitas dari Asia masuk top 200 global. Selama dua dekade ke depan, mereka akan mengambil alih kepemimpinan dari universitas-universitas di Amerika Serikat dan Eropa,” tutur Sowter.

Daftar peringkat tersebut disusun berdasarkan sembilan kategori. Yakni, reputasi akademik, reputasi lembaga, faculty student untuk menilai kualitas pengajaran, kutipan per karya ilmiah, fakultas internasional, mahasiswa internasional, karya ilmiah per fakultas, pertukaran mahasiswa keluar negeri, dan penerimaan pertukaran mahasiswa dari luar negeri.

Bobot penilaian tertinggi, yaitu 30%, diberikan untuk reputasi akademik, disusul faculty student 20%, dan kutipan per karya ilmiah serta karya ilmiah per fakultas, masing-masing 15%.

Daftar peringkat universitas Asia tahun ini memasuki edisi kelima. Daftar tahun ini mencakup 300 universitas di seluruh Asia. Hanya UPH di antara universitas swasta di Indonesia yang termasuk daftar peringkat 2013 itu.

Adapun pada daftar 2012, yang mencakup 424 universitas, ada sejumlah universitas swasta lainnya di Indonesia yang juga masuk daftar. Yakni, Universitas 17 Agustus 1945 (peringkat 278), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta 319, Universitas Bina Nusantara Jakarta 346, Universitas Kristen Maranatha Bandung 364, Universitas Widyagama Malang 378, Institut Teknologi Telkom Bandung 379, dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 383.

QS Intelligence Unit, yang menyusun daftar peringkat tersebut, adalah unit usaha Quacquarelli Symonds (QS), perusahaan asal Inggris yang berspesialisasi dalam pendidikan dan studi luar negeri. Perusahaan ini didirikan pada 1990 oleh Nunzio Quacquarelli.

Investor Daily

Penulis: /HA

Sumber:Investor Daily