Wahana dinosaurus di Pusat Peragaan Iptek Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta.

Jakarta - Pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) perlu dilakukan sejak dini kepada anak-anak. Belajar iptek dengan alat peraga langsung pun diyakini semakin memudahkan anak belajar dan jauh lebih efektif dibanding hanya sekadar membaca dari buku.

Hal itu dikatakan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, di sela-sela peresmian wahana dinosaurus di Pusat Peragaan (PP) Iptek Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, Kamis (20/6).

"Wahana dinosaurus ini dibuat di dalam negeri. Kita ingin menambah terus peraga di PP Iptek sehingga sejak dini anak-anak paham dan menyenangi iptek serta belajar terus pengetahuan," katanya.

Menristek pun menegaskan bahwa pengembangan iptek juga dilakukan di sejumlah daerah yang sudah memiliki technopark. Caranya dengan memperluas, menambah peraga dan kapasitasnya.

PP Iptek di TMII lanjutnya merupakan wahana paling diminati di TMII. Tercatat setiap tahunnya dikunjungi hampir 300.000 pengunjung.

PP Iptek merupakan sebuah instansi di bawah Kementerian Ristek yang juga merupakan science center pertama dan terbesar di Indonesia. Pengembangan peragaan dinosaurus telah dimulai sejak tahun 2012 berupa model dinosaurus tiga dimensi berjenis Tyranosaurus setinggi 3,5 meter dan panjang 7 meter.

Alat peraga ini berbasis mekatronik yakni sebuah sistem yang memadukan sistem mekanik, sistem elektronik dan perangkat lunak sehingga dapat bekerja otomatis.

Keistimewaan dinosaurus ini adalah dapat berinteraksi dengan manusia melalui sensor suara dan sensor keberadaan manusia juga memiliki sistem audio yang dapat bersuara jika mulut dinosaurus ini terbuka. Semua gerakan tampak alami sebagaimana layaknya hewan.

Selain model Tyranosaurus raksasa, wahana ini juga dilengkapi dengan Taman Jurrasic yang mendukung alat peraga sehingga memberikan nuansa zaman Jurrasic.

Direktur PP Iptek Ari Hendrarto Saleh mengungkapkan wahana dinosaurus melengkapi wahana PP Iptek dengan 370 alat peraga. Bahkan wahana dinosaurus ini menjadi satu dari lima ikon lainnya yang rencananya akan dihadirkan selama tahun 2013 ini di PP Iptek.

"Wahana lainnya yang juga menjadi ikon merupakan kerja sama dengan sejumlah instansi seperti soal climate change dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan soal pandemi influenza, energi terbarukan dengan PT Len, Lapan dengan roketnya dan BPPT dengan pesawat mata-mata," paparnya.

Sementara itu 18 wahana lain yang juga ada di PP Iptek antara lain wahana listrik magnet, getaran gelombang, mekanika, peneliti cilik, lingkungan, optik, ilusi, transportasi udara, fluida, transportasi darat, matematika, telekomunikasi, antariksa, flu burung, pandemi influenza, ozon, taman prasejarah dan outreach atau wahana keliling Indonesia.

Suara Pembaruan

Penulis: R-15/AF

Sumber:Suara Pembaruan