Petugas Kantor Pos Induk Batam memanggil pelajar SD yang antre mengambil Beasiswa Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Batam, beberapa waktu lalu.

Jakarta- Pemerintah mengakui bahwa pengucuran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) tidak pada waktu yang tepat. Pasalnya pencairan BSM gelombang pertama dimulai pada 26 Agustus yang sudah melewati masa masuk sekolah tahun ajaran baru.

Menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hal tersebut tak terlepas dari persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang baru keluar pada 17 Juni lalu.

"Kita sebetulnya ingin sekali ini terjadi jauh sebelumnya," kata Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Pengendali Program Bantuan Sosial TNP2K, Sri Kusumastuti Rahayu, di kawasan Istana Wakil Presiden (wapres), Jakarta, Kamis sore (22/8).

Dia mengatakan pihaknya berharap kedepan pencairan dana bisa dilakukan tepat waktu. Namun sebelumnya kata dia perlu diterbitkan kartu calon penerima BSM khusus untuk siswa kelas I dan kelas VII untuk mengantisipasi potensi putus sekolah.

Pencairan tahap pertama hanya diberikan pada siswa yang rekeningnya sudah terdaftar di Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan yang sudah menerima pemberitahuan dari dinas pendidikan masing-masing.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Thamrin Kasman, mengatakan penyaluran dana BSM memang melalui BPD masing-masing daerah karena dianggap bisa menjangkau para penerima.

Pada tahap pertama diakuinya memang belum semua siswa yang masuk menjadi penerima BSM mendapatkan pencairan dana sebab kata dia akan diberikan secara bertahap.

Penyaluran BSM tahap dua sendiri akan dilakukan mulai September hingga Oktober mendatang.

Penulis: Ezra Sihite/AF