BNSP: Kualitas Tenaga Lulusan SMK Belum Sesuai yang Diharapkan Industri

Ilustrasi siswa SMA/SMK. (Suara Pembaruan/Suara Pembaruan)

Oleh: Maria Fatima Bona / WBP | Rabu, 7 Oktober 2015 | 23:21 WIB

Jakarta - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyatakan, kualitas dan daya daya saing tenaga lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih rendah sehingga tidak terpakai dunia industri. Hal tersebut dipengaruhi perbedaan pembelajaran saat magang dengan dunia kerja.

“Ada perbedaan kualitas teknologi di SMK dan dunia Industri,” kata Kepala BSNP Sumarna Abdurrahman pada diskusi bertemakan "Sekolah Menengah Pertama Menjawab Daya Saing Nasional," di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (7/10).

Ke depan, Sumarna mengharapkan, pemerintah menyesuaikan kurikulum SMK dengan standar yang dikembangkan industri. Saat ini lanjut dia, kurikulum yang dijalankan belum mencerminkan mutu yang diharapkan dunia industri karena keterbatasan peralatan. "Ketika siswa magang, mereka mengunakan teknologi standar yang berbeda dengan teknologi di industri," kata dia.

Untuk itu kata dia, diperlukan kemitraan antara SMK dan industri. Pemerintah harus memberi insentif kepada industri yang mau menjalin kerja sama dengan SMK berupa keringanan pajak.

Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, pemerintah telah menyiapkan SMK rujukan yang membawahi 3-5 sekolah di sekitarnya sehingga bisa mendapatkan fasilitas yang baik. Saat ini jumlah SMK rujukan ada 1.650, dan ke depan akan terus dikembangkan.

Mustaghfirin menjelaskan, saat ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan BNSP untuk mengeluarkan sertifikat kompetensi lulusan SMK untuk bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. “Ini cara kami, strategi untuk meningkatkan mutu,”ujarnya.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT