UI Kembali Raih Kampus Hijau Terbaik di Indonesia

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis (tengah) berfoto bersama Ketua UI GreenMetric Prof. Riri Fitri Sari (tiga kanan) dan Inspektur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Imam Hendargo (empat kanan) dalam acara pengumuman UI GreenMetric World University Rangking 2016 di Balai Kirti, Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis 29 Desember 2016. (Suara Pembaruan/Bhakti Hariani)

Oleh: / PCN | Sabtu, 31 Desember 2016 | 14:55 WIB

Depok- University of California Davis di Amerika Serikat dinobatkan menjadi Kampus Hijau Terbaik di Dunia berdasarkan UI GreenMetric World University Ranking 2016. Pada peringkat kedua diduduki oleh University of Nottingham di Inggris dan di posisi ketiga ditempati oleh Waganingen University and Research di Belanda.

Sedangkan untuk di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) kembali meraih predikat Kampus Hijau Terbaik di Indonesia 2016 yang diikuti oleh Institut Teknologi Sepuluh November dan Institut Pertanian Bogor pada urutan kedua dan ketiga. UI menduduki peringkat 31 sedunia. Naik dua peringkat jika dibandingkan pada 2015 lalu UI berada di posisi 33.

Pengumuman kampus hijau sedunia ini dilakukan pada Kamis (29/12) di Balai Kirti, Rektorat Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat yang dihadiri oleh Rektor UI Muhammad Anis, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Imam Hendargo, Dirjen Penelitian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Dimyati dan Ketua UI GreenMetric Prof Riri Fitri Sari.

Dipaparkan oleh Prof. Riri, University of California Davis dengan skor 8.398 memiliki keunggulan pada seluruh kriteria di UI GreenMetric sehingga mampu membawa kampus yang merupakan universitas pertanian ini menjadi kampus hijau terbaik di dunia.

"University of California Davis menerapkan unsur green dalam seluruh aspek perkuliahan dan penelitiannya. Universitas ini juga unggul dengan penerbitan jurnal yang berkaitan dengan lingkungan hidup terbanyak," ujar Riri kepada SP usai acara.

Sebelumnya pada tahun 2015, posisi pertama selalu diduduki oleh University of Nottingham. Namun pada tahun ini, posisi Nottingham harus tergerus oleh Davis. University of Nottingham sendiri berada di posisi kedua dengan skor 8.079.

"Untuk University of Nottingham, mereka menunjukkan keunggulannya pada pengelolaan energi yang baik di dalam kampusnya. Kampus ini memiliki sejumlah inovasi untuk menghasilkan renewable energy melalui solar cell, wind turbin dan pengelolaan smart-eco building," papar Riri.

Sedangkan untuk Wageningen University and Research di Belanda meraih skor 7.658 dan menduduki posisi ketiga. Kampus ini, lanjut Riri, memiliki jurusan environmental science yang bereputasi tinggi serta sangat berkomitmen kuat untuk menjaga lingkungan kampusnya tetap asri.

UI GreenMetric merupakan inovasi UI yang telah dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan antusiasme peserta perguruan tinggi di dunia untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau ini. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah peserta UI GreenMetric Ranking of World Universities di mana pada tahun 2016 menjadi 516 dari 74 negara (tahun 2015 diikuti 407 perguran tinggi dari 65 negara).

Prof Riri Fitri Sari menuturkan, pemeringkatan UI Green Metric of World Universities dilandasi oleh tiga filosofi dasar, yakni Environment, Economic, dan Equity (3’Es). Beberapa perbaikan pada metodologi dan survei terus dilakukan oleh Tim UI GreenMetric guna menghasilkan pemeringkatan yang komprehensif, salah satunya dengan mengembangkan bobot indikator penilaian yang terdiri dari Statistik Kehijauan Kampus (15 persen), Pengelolaan Sampah (18 persen), Energi dan Perubahan Iklim (21 persen), Penggunaan Air (10 persen), Transportasi (18 persen), dan Pendidikan (18 persen).

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengatakan, pada tahun ini terdapat pula beberapa negara yang baru bergabung yaitu Algeria, Bahrain, Finlandia, Honduras, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Selandia Baru, Nikaragua, Nigeria, Norwegia, dan Venezuela. Sedangkan di Indonesia, lanjut Anis, terdapat 49 Perguruan Tinggi yang telah berpartisipasi dalam UI GreenMetric dan tengah mengupayakan kualitas kampusnya melalui pemenuhan indikator UI GreenMetric.

Diungkap Anis, melalui UI GreenMetric ini, UI konsisten mempertahankan kepeloporannya dalam pengembangan alat ukur kampus hijau yang kini telah banyak diadopsi oleh Perguruan Tinggi di dunia. UI mengambil peran di dalam mendukung pencapaian pengembangan infrastruktur kampus hijau di dunia sebagai upaya mencetak generasi yang peduli akan keberlanjutan lingkungan hidup.

"Kami berharap melalui upaya UI GreenMetric ini, Perguruan Tinggi se-dunia mampu mengambil bagian pada upaya preventif dan kuratif dalam rangka mitigasi dampak perubahan iklim. UI terus berupaya untuk membangun generasi yang ramah lingkungan serta menjadi trendsetter dalam pemeringkatan di bidang keberlanjutan dan lingkungan hidup di tingkat dunia," tutur Anis.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Imam Hendargo mengapresiasi langkah UI yang menggagas GreenMetric sejak tujuh tahun lalu. "Banyak yang hanya buat kebijakan tapi tidak ada action nya. UI berbeda. Oleh karena itu UI harus mampu menularkan hal baik ini ke seluruh universitas di Indonesia agar seluruh universitas dapat menjadi universitas hijau yang peduli lingkungan," tutur Imam.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan siap mendukung UI untuk terus mengembangkan GreenMetric ini agar menjadi lebih meluas dan dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh lingkungan kampus tetapi juga untuk orang lain di luar Universitas Indonesia.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT