Mendikbud: UN di Pedalaman Masih Berbasis Kertas

Murid di kelas tengah mengerjakan ujian nasional. (Ilustrasi: antaranews.com) ()

Oleh: / WBP | Jumat, 6 Januari 2017 | 14:28 WIB

Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Ujian Nasional (UN) di pedalaman dan terpencil masih berbasis kertas dan pensil.

"UN masih menggunakan kertas dan pensil karena keterbatasan infrastruktur," ujar Mendikbud di Jakarta, Jumat (6/1).

Dia menjelaskan pelaksanaan UN berbasis kertas saat ini hanya sekitar 20 persen saja. Sisanya, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Mendikbud menerangkan implementasi UNBK dalam rangka efisiensi sekaligus memperkecil kecurangan. "Sekolah jangan membangun paradigma curang, karena banyak pihak yang terlibat dalam proses tersebut," papar dia.

Adapun sekolah yang siap UNBK baru sekitar 12.023 sekolah. Sementara jumlah sekolah yang ikut sebanyak 97.645 unit sekolah. "Jumlah sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK akan diumumkan pada 15 Januari," kata dia.

Mendikbud mengatakan pihaknya akan melakukan pengadaan sebanyak 40.000 unit komputer pada akhir Januari untuk memfasilitas UNBK. Selain itu dilakukan sistem berbagi sumber daya. "Sekolah yang tidak memiliki komputer, bisa menumpang di sekolah lain," kata dia.

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ferdiansyah mengatakan pelaksanaan UNBK harus diselenggarakan pada sekolah yang benar-benar siap. "Sekolah yang dipilih harus sekolah yang siap, jangan sampai mengorbankan peserta didik," ujar Ferdiansyah.

Ferdiansyah menjelaskan ada delapan syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan UNBK yakni sarana komputer, mekanisme distribusi soal, pelatihan terhadap siswa, pelatihan terhadap guru mata pelajaran yang diujikan, petugas dinas pendidikan, teknisi peralatan UNBK, server yang ada di sekolah karena memakai jaringan lokal, dan waktu sosialisasi.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT