Wapres Berharap Ujian Nasional Mampu Memotivasi Pelajar

Sejumlah pelajar tuna netra mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPLB-A PRPCN Palembang, Sumatera Selatan, 9 Mei 2016. (Antara/Nova Wahyudi)

Oleh: Novi Setuningsih / FMB | Jumat, 6 Januari 2017 | 21:10 WIB

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meyakini bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mempersiapkan teknis pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dengan baik. Termasuk, perihal jumlah mata pelajaran yang akan diujikan dalam UN tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tanggal 4-7 Mei 2017.

"Soal UN itu masalah teknis. Pasti karena jumlahnya jutaan, pasti Kemdikbud akan mempersiapkan dengan betul pelaksanaannya. Kita harapkan Kemdikbud merencanakan dengan baik," kata JK, Jumat (6/1).

Menurut JK, yang terpenting adalah UN tetap dilaksanakan sehingga semangat belajar siswa akan terpacu dan kualitas pendidikan di Tanah Air tetap terjaga dengan adanya tolok ukur.

Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintah telah menyerahkan sepenuhnya perihal mekanisme penilaian, termasuk perihal tolok ukur kelulusan siswa kepada Kemdikbud.

"Sekarang juga lagi kita bicarakan, bagaimana hubungannya dengan perguruan tinggi dan bagaimana juga efek ke pemetaan pendidikan nasional. Semua harus pasti ada manfaatnya. Tetapi yang penting adalah menjaga semangat belajar dari pada murid-murid kita, supaya tetap terjaga kualitasnya," ungkap JK.

Lebih lanjut, JK mengungkapkan bahwa target UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) memang akan ditingkatkan pada tahun 2017 ini. Dengan target, 60 persen sudah berbentuk UNBK.

Sebagaimana diberitakan, pascagagal menggulirkan wacana moratorium UN, Kemdikbud membuat perubahan dalam pelaksaan UN untuk tingkat SMA. Mata Pelajaran yang diujikan menjadi tiga wajib, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ditambah satu mata pelajaran sesuai jurusan yang dapat dipilih oleh siswa yang bersangkutan. Untuk jurusan IPA, siswa dapat memilih di antara Fisika, Kimia dan Biologi. Sedangkan, untuk jurusan IPS, siswa bisa memilih di antara Ekonomi, Sosiologi dan Geografi. Kemudian, untuk jurusan Bahasa dan Budaya, siswa bisa memilh di antara Sastra Indonesia, Antropologi atau bahasa asing lainnya seperti Bahasa Arab, Jerman, Jepang dan lain sebagainya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT