Sekolah Harus Ajarkan Siswa Berpikir Kritis

Siswa Global Sevilla School berprestasi di ajang The World Scholar's Cup sedang berbagi kisah kesuksesan mereka di At America, Jakarta. (Suara Pembaruan / Dina Manafe)

Oleh: Maria Fatima Bona / FER | Jumat, 19 Mei 2017 | 18:52 WIB

Jakarta - Sekolah harus dapat mengarahkan dan mengembangkan siswa untuk dapat pola pikir kritis. Hal itu bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam menghadapi tantangan dunia.

Direktur Global Sevilla School, Robertus Budi Setiono, mengatakan, hal tersebut dapat tercapai jika sekolah-sekolah mau melakukan perubahan pola pembelajaran.

"Kita harus memberikan kesempatan bagi anak untuk berpikir kritis. Anak-anak milenial saat ini tidak bisa diajarkan dengan pola satu arah," kata Robertus, dalam siaran persnya, Jumat (18/5).

Dikatakan, pola pembelajaran yang seharusnya dikembangkan pada saat ini adalah bagaimana mendorong anak-anak dapat memiliki argumen atas tema maupun teori yang ada.

"Bagaimana pandangan mereka atas sebuah tema yang ada. Kita melihat masalah dari berbagai sudut pandang siswa," jelasnya.

Dengan demikian, pembelajaran akan semakin hidup serta terjadi pola interaksi, baik antar guru dengan siswa, atau antar sesama siswa. "Sehingga tidak ada lagi pelajaran yang catatan siswa sama semua. Ini harus dikembangkan, sehingga pembelajaran di kelas menyenangkan," tuturnya.

Ditegaskan, pola-pola pembelajaran tersebut merupakan bagian dari kurikulum internasional. "Dengan demikian anak-anak dapat mengembangkan pola pikir," imbuh Robert.

Menurutnya, salah satu pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas siswa adalah dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti lomba atau kompetisi, baik skala nasional maupun dunia.

"Kita berikan kesempatan kepada anak menggali pengalaman, diluar yang ada selama ini," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT