Pemerintah Batal Naikkan Jumlah Keluarga Penerima PKH

Mensos Khofifah Indar Parawansa. (SP/Hari Wiro)

Oleh: Novy Lumanauw / WBP | Senin, 19 Juni 2017 | 17:14 WIB

Jakarta- Pemerintah membatalkan penambahan jumlah keluarga penerima bantuan dari 6 juta menjadi 15,5 juta keluarga untuk pengentasan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), pada 2018 mendatang.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pada tahun 2018 mendatang jumlah keluarga penerima manfaat PKH hanya sekitar 10 juta dari yang direncanakan 15,5 juta menyusul penginstegrasian subsidi listrik, penerima manfaat PKH, dan bantuan pangan.

“Hari ini, diputuskan bahwa Program Keluarga Harapan itu kembali ke Rencana Kerja Pemerintah. Ini berarti hanya 10 juta keluarga yang akan menerima manfaat,” kata Mensos usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/6).

Presiden Jokowi khusus memanggil Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala Bulog Djarot Kusumayakti untuk membahas tentang Pembagian Beras Sejahtera (Rastra) dan Subsidi Bantuan Sosial.

Dia mengatakan, dalam rapat tertutup yang dipimpin Presiden Jokowi diputuskan bahwa penerimaan manfaat sosial akan disatukan dalam satu kartu untuk memudahkan pengelolaannya.

“Kami menemukan masih ada sekian penerima PKH yang tidak menerima rastra. Ketika diintegrasikan, ini akan mendorong penerima rastra menjadi lebih banyak lagi. Jadi, hitung-hitungan dari APBN seperti itu,” kata Mensos.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT