Pengembangan Sociopreneur Beri Dampak Luas ke Masyarakat

Pengembangan Sociopreneur Beri Dampak Luas ke Masyarakat
Kiri ke kanan: Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-unit Usaha UI Nia Noerhadi, Presdir PT Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro, Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama UI Dedi Priadi DEA, Direktur PT BEI I Gede Nyoman Yetna, Direktur Kerjasama UI Dodi Sudiana saat penandatanganan kerjasama antara UI, kalangan pengusaha dan industri di Kampus UI, Depok, Rabu (5/12). ( Foto: Beritasatu Photo )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 5 Desember 2018 | 21:11 WIB

Depok - Universitas Indonesia, melalui Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Unit-unit Usaha mengadakan acara bertema Sociopreneur Inspiration Universitas Indonesia: How Far Can You Go? yang diselenggarakan di FELFEST Integrated Faculty Club UI, Kampus UI, Depok, Rabu (5/12).

Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus UI. Kegiatan berupa sharing session dan talkshow ini, menghadirkan beberapa narasumber pendiri sekaligus penggerak usaha rintisan (startup) di bidang sociopreneur.

Kiri ke kanan: Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-unit Usaha UI Nia Noerhadi, Presdir PT Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro, Direktur PT BEI I Gede Nyoman Yetna, dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama UI Dedi Priadi DEA, saat penandatanganan kerjasama antara UI, kalangan pengusaha dan industri di Kampus UI, Depok, Rabu (5/12).

Selain itu, diadakan pula penandatanganan nota kesepahaman bersama antara UI dengan berbagai pihak dari kalangan industri yang akan mendukung pengembangan kewirausahan.

Wakil Rektor UI bidang Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama Dedi Priadi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara UI dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Mandiri Capital Indonesia, Kejora Ventures, PT Integritas Training Idea, PT Investasi Inovasi Indonesia dan GK-Plug and Play.

Dedi Priadi mengatakan, sebagai perguruan tinggi pihaknya berkewajiban mengembangkan dan memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana juga berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, juga akses pendanaan.

"Sekarang ini, permasalahan di masyarakat semakin kompleks. Lewat kegiatan ini diharapkan bisa tercipta cara menyelesaikan masalah tersebut. Karena itu, salah satu tujuan acara ini adalah mendorong terciptanya startup yang lebih bagus dalam pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.

Selain nota kesepahaman bersama, dalan acara ini dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara UI dengan PT Mandiri Capital Indonesia, dan antara UI dengan PT Suitmedia Kreasi Indonesia. Kerja sama yang dilakukan terkait program pembinaan kewirausahaan.

Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-unit Usaha UI, Nia Noerhadi, mengatakan, kewirausahaan yang didorong untuk terus bertumbuh dititikberatkan pada penciptaan startup yang berdampak bagi lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan semangat kewirausahaan di lingkungan civitas akademika UI," katanya.

Nia menambahkan, pihaknya berharap kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan di tataran praktis untuk membantu penciptaan sociopreneur di lingkungan UI.

"Sociopreneur bisa diibaratkan memberikan kail kepada masyarakat bukan sekedar ikan, sehingga masyarakat yang nantinya bisa memaksimalkan untuk meningkatkan pendapatannya," tandasnya.

Pendanaan Sociopreneur

Sementara itu, dalam sesi sharing session menghadirkan narasumber dari kalangan sociopreneur dan investor. Sharing session ini diawali oleh founder Yayasan Nurani Dunia, Imam B Prasodjo, yang berbagi pengalaman dalam membangun kampung ilmu di daerah Purwakarta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing oleh Wilda Yanti mengenai usaha bank sampah yang dikelolanya. Sesi pertama ditutup dengan sharing oleh Direktur Kinara Indonesia, Vivi Laksana, yang menyampaikan mengenai investasi berdampak sosial.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow yang dipandu oleh COO Suitmedia, Anggriawan Sugianto, dengan narasumber pendiri startup, Andi Taufan Garuda CEO Amartha, Rici Solihin founder Paprici, Ferry Alif CEO Infishta, dan David Christian co-founder Evoware.

Acara ditutup dengan sharing session terakhir yang disampaikan founder Binar Academy, Alamanda S Santoso, yang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sekolah programmer gratis.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE