Terima Penghargaan, IncuBie IPB Terus Dorong Inkubasi Wirausaha

Terima Penghargaan, IncuBie IPB Terus Dorong Inkubasi Wirausaha
Menristekdikti M Nasir menyerahkan penghargaan kepada (IncuBie) IPB di Jakarta, Senin (3/12). ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Kamis, 6 Desember 2018 | 07:17 WIB

Jakarta - Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan (IncuBie) Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Penghargaan itu menunjukkan komitmen IPB dalam mendorong peningkatan jumlah wirausaha di Indonesia,” kata Kepala IncuBie IPB Rokhani Hasbullah dalam keterangannya, Rabu (5/12).

Dijelaskan, penghargaan itu sangat terkait upaya IncuBie IPB dalam menginkubasi perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) kepada para tenant (peserta inkubasi) binaannya.

Menristekdikti M Nasir menyerahkan penghargaan itu dalam acara pembukaan Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) dengan tema Menuju Inovasi Industri 4.0 di Jakarta (3-4 Desember 2018). Forum nasional itu merupakan kegiatan bersama dari Kemristekdikti bekerja sama dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) yang dihadiri oleh lebih dari 100 lembaga IBT yang merupakan anggota AIBI. Beberapa pelaku inkubator dari luar negeri juga hadir seperti Vietnam, Singapore, Swiss dan Malaysia.

Selain dari IPB, penghargaan juga diberikan kepada Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB), Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Skystars Ventures Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Inkubator Wirausaha Inovasi (Inwinow) Jawa Tengah, dan Maleo Techno Centre.

Dalam sambutannya, Menristekdikti M Nasir mengatakan pentingnya inovasi yang berlanjut pada tumbuh berkembangnya startup berbasis teknologi. Dalam tahap itu keberadaan IBT sangat diperlukan untuk memacu implementasi atas inovasi yang ada. Sejalan dengan itu, hilirisasi atas inovasi tersebut diharapkan semakin banyak memunculkan perusahaan baru berbasis teknologi atau yang banyak dikenal dengan wirausaha baru.

"Negara maju apabila jumlah startup berbasis teknologi minimal mencapai 5 persen dari jumlah penduduknya. Indonesia baru mencapai 1,67 persen. Oleh karena itu perguruan tinggi didorong perlunya memiliki lembaga inkubator bisnis teknologi, teaching industry dan teaching factory," katanya.

Rokhani menjelaskan bahwa sejak tahun 2013 jumlah proposal IBT/PPBT yang masuk melalui IncuBie mencapai 90 proposal. Dari jumlah itu, sebanyak 40 proposal mendapatkan pendanaan sebesar Rp 250 juta hingga Rp 400 juta per proposal.

Kepala Divisi Program Inkubasi, Deva Primadia Almada menjelaskan bahwa penghargaan dari Kemristekdikti diraih dengan kriteria penilaian paa jumlah proposal insentif IBT dan PPBT yang didanai Kemristekdikti sejak 2013. Saat ini, tenant IncuBie IPB peserta program insentif IBT dan PPBT terus berkembang setelah mengikuti program insentif dari Kemristekdikti dan menjadi rujukan bagi inkubator lain.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE