Ilustrasi Industri Migas
"Mereka merasa tertarik dengan perkembangan industri Batam. Mereka akan datang untuk mengetahui lebih banyak tentang industri di Batam."

Sebanyak 51 mahasiswa jenjang S-2 dari Zuric University of Aplaid Sciens, Swiss tertarik terhadap perkembangan industri di Batam dan pada 23 Januari 2013 direncanakan mengunjungi beberapa kawasan industri.

"Mereka merasa tertarik dengan perkembangan industri Batam. Mereka akan datang untuk mengetahui lebih banyak tentang industri di Batam," kata Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Senin.

Selain ke BP Batam untuk mengetahui sejarah perkembangan industri Batam, kata Ilham, para mahasiswa direncanakan akan mengunjungi beberapa perusahaan elektronik dan perusahaan animasi Kinema di Nongsa.

"Ini peluang baik bagi Batam untuk menunjukkan perkembangan industri dan iklim yang kondusif di Batam. Sehingga akan semakin banyak investor terutama dari Swiss yang berinvestasi di Batam," kata dia.

Status kawasan perdagangan bebas (FTZ) yang disandang Batam, menurut dia, juga menjadi pertimbangan rombongan tersebut untuk berkunjung.

"Menurut informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss, sebenarnya ada beberapa alternatif tempat yang akan dikunjungi. Namun akhirnya para mahasiswa tersebut memilih Batam yang diangap pebih menarik," katanya.

Ilham mengatakan, kunjungan ini tidak lepas dari promosi KBRI Swiss untuk meningkatkan kunjungan asing ke Indonesia dengan tujuan wisata dan investasi.

"Kami berharap setelah kunjungan akan ada investor Swiss yang menanamkan investasinya lagi. Kondisi negara-negara Eropa dan Amerika saat ini sudah lebih baik, setelah krisis global beberapa tahun terakhir," kata dia.

Selama 2012, BP Batam mencatat realisasi investasi asing mencapai 148.781.225 dolar Amerika (AS). Angka tersebut berasal dari investasi 48 perusahaan senilai 84.294.378 dolar AS dan perluasan 13 perusahaan asing yang sudah ada di Batam sebesar 64.486.847 dolar AS.

Selain realisasi, beberapa perusahaan Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika juga menyampaikan keinginannya untuk menanamkan modal di Batam.

"Bagi negara luar, Batam masih kondusif. Investasi terus masuk dan cenderung naik dari tahun ke tahun," kata Ilham.

Penulis: