Pendiri Yayasan Pelita Harapan Dr James T. Riady , Pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan  Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, meresmikan acara pembukaan Sekolah International  Pertama di Jakarta (SPH ) di Kemang Village , Jakarta Selatan. FOTO: Yudhi Sukma Wijaya/ JAKARTA GLOBE
“Kita pilih AIM, karena lembaga pendidikan ini berada di level top terutama bidang manajemen bisnis (MBA) di Asia beberapa tahun belakangan".

Upaya meningkatkan kualitas sebagai salah satu perguruan tinggi swasta besar di Indonesia, terus dilakukan. Peningkatan kualitas itu tidak hanya dilakukan dengan penyediaan sarana dan prasarana serta sumber daya yang memadai.

Lebih dari itu perguruan tinggi ini, berupaya terus membangun jaringan dan sinergi dengan lembaga pendidikan ternama di luar negeri. Itulah yang dilakukan universitas swasta nasional, yakni Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten, berikut kampus Jakarta, dan Surabaya.

Awal tahun ini, tepatnya 10-11 Januari 2013 lalu, para owner dan stakeholders UPH mengunjungi Asian Institute of Management (AIM) di Makati City, Filipina. Para owner dan stakeholders yang mengunjung AIM tersebut adalah James Riady (pendiri UPH)  dan didampingi President Lippo Group Theo Sambuaga, Presiden UPH Raymond Liu, Wakil Rektor UPH bidang Akademik Connie Rasilim, Eksekutif Yayasan Pelita Harapan Budi Legowo, Dekan Eksekutif  Bisnis School John Riady yang juga Direktur  Digital Media BeritaSatu Media Holdings, dan Ass. Director of Faculty of Business, Faculty of Law & Faculty of Social and Political Sciences Lie Nathanael Santoso serta Direktur Bisnis UPH Grace Salim.

Sedangkan dari pihak AIM yang menerima rombongan dari UPH adalah President of AIM Steven J Dekrey. Presiden ke-9 AIM ini juga didampingi petinggi lembaga pendidikan bisnis, seperti Horacio M Brromeo, Gracia S Ugut salah satu dekan AIM yang berasal dari Indonesia.

Bahkan, the founder and the first Chairmen of AIM, yakni Washington SyCip juga hadir dan berbincang dengan the founder of UPH James Riady.

“Dedengkot" manajemen bisnis di Asia yang kini telah berusia 93 tahun ini secara fisik masih kuat dan pemikirannya tajam, bahkan setiap bulan pergi pulang untuk pertemuan di New York, Amerika Serikat.

Kunjungan ke-AIM kata Raymond Liu bertujuan untuk memperluas jaringan kerja sama UPH yang juga memiliki program Busines School sebagai leader di bidang ini di Tanah Air. Kesempatan ini merupakan ajang studi banding sekaligus untuk mengukur diri dari potensi dan sumber daya yang dimiliki UPH selama ini.

“Kita pilih AIM, karena lembaga pendidikan ini berada di level top terutama bidang manajemen bisnis (MBA) di Asia beberapa tahun belakangan. Mereka (AIM) pun sangat senang dan bisa kerja sama dengan UPH, sehingga dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti,” tutur Raymond.

Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi UPH yang sejak tahun 1994 yang dikelola oleh Yayasan Universitas Pelita Harapan. Sebagai universtas terkemuka, UPH mempunyai visi untuk menjadi Institusi terkemuka untuk pendidikan transformatif guna mengembangkan pemimpin masa depan yang memiliki ilmu pengetahuan yang sejati, iman kepada Tuhan dan karakter yang memuliakan Tuhan.

Sedangkan, misi UPH lanjut Raymond, adalah mempersiapkan dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi profesional dan pemimpin yang terintegrasi dan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan pengabdian masyarakat, dan berperan serta dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. 

Sementara tujuan yang ingin dicapai universitas terkemuka ini menurut Raymond, adalah mewujudkan pendidikan Tinggi berwawasan global sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan seni.

Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang menanggapi tantangan di masa mendatang secara etis dan strategis, mampu mengatasi masalah secara kreatif, proaktif meraih peluang bagi kemanfaatan organisasi dan masyarakat, serta memiliki kemampuan akademik dan atau profesional untuk dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan kesenian.

Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan seni dilakukan bersamaan dengan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Para penyelenggaran UPH terus berupaya mewujudkan tujuan mulia tersebut.

UPH sendiri lanjut Raymond, memiliki program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) khusus untuk manajemen bisnis. Karena itu, UPH berharap bisa berkiprah lebih besar dengan menjalin kerja sama atau bermitra dengan AIM.

Program Studi
Saat ini di UPH terdapat 14 fakultas program S-1 di antaranya Fakultas Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Desain dan Perencanaan, Fakultas Pendidikan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Hukum, Fakultas Seni, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Psikologi,  Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Fakultas Pariwisata, berikut Konservatorium Musik.

Sedangkan, untuk program pascasarjana (S2), UPH mempunyai Master Teknik Sipil, Master Komunikasi, Master Pendidikan, Magister Hukum, Magister Manajemen. UPH juga mempunyai program doctoral (S3), yakni program Doktor Ilmu Hukum, khususnya Hukum Bisnis.

Jauh ke depan, UPH berobsesi menjadi pionir business school di Tanah Air bahkan di Asia dengan kualitas terbaik, tidak kalah dengan lembaga pendidikan di luar negeri. Dengan demikian, putra-putri Indonesia tidak perlu jauh-jauh menimba ilmu bisnis di luar negeri dengan hadirnya UPH.

Ada banyak peluang kerja sama yang bisa dibangun UPH dengan AIM. Misalnya, AIM mengirimkan dosen-dosennya yang rata-rata kualitas atau grade internasional untuk mengajar di UPH atau pun mahasiswa UPH dikirim ke AIM.

Apalagi kurikulum AIM sangat komprehensif, karena sudah berpengalaman 45 tahun dengan alumni yang tersebar di seluruh dunia. Para dosen AIM pun berasal dari mancanegara, seperti Amerika Serikat, Kanada, India, Malaysia, Singapura, dan ada pula dari Indonesia.

AIM merupakan salah satu institut papan atas dunia dalam bidang manajemen. AIM sudah terbilang perguruan tinggi berusia tua, yakni berdiri sejak 45 tahun lalu tepatnya 1968.

Namun, tidak sekedar berusia tua, AIM dalam perjalanan waktu, benar-benar diperhitungkan sebagai salah satu lembaga pendidikan berkualitas di dunia, khususnya di Asia.  AIM adalah pelopor Asia dalam manajemen pendidikan internasional.

Didirikan atas kerja sama dengan Harvard Business School, akademisi Asia, dan para pemimpin bisnis terkemuka. AIM juga didukung penuh oleh dua universitas besar di Filipina, yakni Ateneo de Manila University dan  De La Salle College.

Hingga saat ini, AIM mempunyai jaringan atau mitra dengan 30 universitas ternama lainnya di sejumlah negara. Di antaranya adalah University of Pensylvania Wharton, Pepperdine University, Melbourne Business School, Yale University, Darden School of Business, University of Virginia.

AIM juga merupakan anggota pendiri dari AAPBS/Associate Asia Pacific Business School. Lembaga pendidikan ini menjadi anggota organisasi akademik dari AACSB (Asosiasi untuk Advance Collegiate School of Business),  EFMD (Yayasan Eropa untuk Pengembangan Manajemen), GBSN ( Bisnis Jaringan Sekolah Global), dan lain-lain.

Penulis: /FMB