Seorang calon mahasiswa melihat-lihat soal latihan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) yang dijual di Jalan Colombo, Yogyakarta, Senin (28/5). Soal-soal latihan SNMPTN yang dijual dengan harga Rp 40 rb hingga Rp 50rb tersebut diminati calon mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN. FOTO ANTARA/Noveradika/Koz/mes/12.
Pola pendaftaran SNMPTN 2013 sepenuhnya menggunakan jalur undangan.

Jakarta
- Sebanyak 11.695 sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat telah mendaftarkan diri sebagai peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Jumlah sekolah yang mendaftar tergolong minim jika dibandingkan total SMA dan sekolah sederajat di seluruh provinsi di Indonesia yang mencapai 27.630 sekolah.

Ketua Umum Panitia Pusat SNMPTN 2013 yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka, Jumat (1/2), mengatakan pendaftaran SNMPTN masih dibuka sampai 8 Februari 2013, sehingga masih ada kesempatan bagi sekolah yang belum mendaftar.

“Memang ada sekolah yang terkendala pada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Ada juga kendala di daerah, kalau di Jakarta semua orang baca koran, kepala sekolah juga terakses internet, tapi tidak semua wilayah seperti Jakarta, Bandung,” katanya.

Pola pendaftaran SNMPTN 2013 berbeda dengan SNMPTN tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, SNMPTN digelar dalam dua jalur, yakni tulis dan undangan, SNMPTN 2013 sepenuhnya memakai jalur undangan.

Pengisian data SNMPTN 2013 dilakukan dalam dua tahap, yakni pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh kepala sekolah dan pendaftaran SNMPTN 2013 oleh siswa.

Dalam data pengisian PDSS sampai 31 Januari 2013, pendaftaran SNMPTN 2013 oleh sekolah di beberapa provinsi masih sangat sedikit. Misalnya di Provinsi Maluku, dari total 308 sekolah, baru 41 sekolah yang mendaftar. Di Provinsi Maluku Utara dari total 278 sekolah, baru 25 sekolah yang mendaftar.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat dari total 764 sekolah, baru 222 sekolah yang mendaftar dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dari 488 sekolah, baru 66 sekolah yang mendaftar. Di Provinsi Sulawesi Selatan dari total 1.076 sekolah, baru 434 sekolah yang mendaftar.

“Batas pendaftaran sekolah ke sistem PDSS sampai 8 Februari 2013, sedangkan pelaksanaan pendaftaran SNMPTN 2013 oleh siswa mulai 1 Februari sampai 8 Maret 2013,” kata Akhmaloka.

Menurut Akhmaloka, panitia juga menjalankan strategi “jemput bola” untuk menyosialisasikan SNMPTN 2013. Dia mengerahkan 61 PTN di seluruh Indonesia yang mengirim tim untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah setempat. Namun, dia mengakui kesulitan utama terletak pada sosialisasi dan akses internet, khususnya daerah terpencil.

Penulis: /WBP