Ani Yudhoyono saat berbicara di depan anak-anak.
Rencananya, pertemuan pemimpin perempuan se-Indonesia di Manado yang akan digelar pada 8-10 Februari 2013 itu, akan dibuka oleh Ibu Ani Yudhoyono.

Jakarta
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, akan menggelar pertemuan pemimpin perempuan se-Indonesia di Manado, pada 8-10 Februari 2013.

Pertemuan bertajuk Peran Strategis Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan, rencananya akan dibuka Ibu Negara Ani Yudhoyono, bertepatan dengan penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) di Manado.

“Dalam era Reformasi, peran perempuan makin signifikan. Banyak perempuan memegang jabatan publik baik sebagai birokrat, legislatif, akademisi, dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat,” kata Ketua DPRD Sulawesi Utara, Meiva Lintang di Jakarta, Selasa (22/1).

Meiva yang kini menjabat ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) adalah satu-satunya perempuan Indonesia yang memegang posisi ketua dewan. 

Dijelaskan bahwa seminar yang akan dihadiri kaum perempuan politisi, birokrat, teknokrat, dan perempuan pemimpin akan menampilkan para pembicara yang juga memegang jabatan strategis di pemerintahan.

Dia menyebutkan, narasumber dalam acara itu di antaranya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik Pramono, dan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Seluruh Indonesia Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

“Pembicaraan terfokus pada partsipasi aktif perempuan Indonesia mendukung program Paska MDGs yang digaungkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu panelis pada High Level Panel of Eminent Persons bersama Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan Perdana Menteri Inggris David Cameron,” jelas Meiva.

Lebih lanjut dikatakan, perempuan Indonesia bertekad untuk merespons pemikiran konstruktif yang digulirkan  Presiden SBY bagi dunia dalam rangka tujuan pembangunan berkelanjutan (Dustainable Development Goals/SDGs).

“SDG memiliki agenda utama untuk mengurangi kemiskinan dunia. Ini membutuhkan kemitraan antara perempuan dan laki-laki untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan,” ujar dia.

Penulis: