Jamaah GKI Yasmin Bogor gagal melaksanakan misa natal, 25 Desember 2011.
Wali Kota Bogor  membiarkan kelompok intoleran radikal anti keragaman,  serta mengintimidasi jemaat yang ke gereja.

Puluhan jemaah GKI Bakal Pos (Bapos) Taman Yasmin Bogor gagal beribadah Natal pagi ini. Wali Kota Bogor Diani Budiarto melarang beribadah di sana.

"Tahun lalu, Wali Kota Bogor melarang kami beribadah di sini dan sekarang terulang lagi," sebut Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging  kepada Beritasatu.com hari ini.

Bona menambahkan, dengan pelarangan ini, berarti Wali Kota Bogor telah melawan keputusan Mahkamah Agung dan Rekomendasi Wajib Ombudsman RI. Padahal dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengamanan Natal GKI Bapos Taman Yasmin pada 22 Desember di Kantor Kemenkopolkam, tidak ada pembicaraan tentang pelarangan ibadah Natal

"Wali Kota Bogor  membiarkan kelompok intoleran radikal anti keragaman,  serta mengintimidasi jemaah yang ke gereja," kata Bonar.

Wali Kota Bogor melarang ibadah Natalan melalui surat Kesbangpol Pemkot Bogor kepada Majelis Jemaah GKI tertanggal 23 Desember 2011. Dalam surat bernomor 452.1/946 disebutkan Pemkot Bogor memindahkan ibadah Natal GKI Yasmin dari gedung gereja ke ruang Crysant, Gedung Harmony, Yasmin Center sekitar 300 meter dari GKI Yasmin.  Namun jamaah GKI Yasmin menolak keputusan ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Lintas Iman yang  menemani jamaah GKI Bapos Taman Yasmin dari ancaman intimidasi kelompok radikal intoleran,"ucap Bonar.

Penulis: