Ilustrasi
Kalau tidak, senjata yang dimilikinya dikategorikan ilegal.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pemilik airsoft gun wajib terdaftar di dalam sebuah klub menembak, di bawah naungan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin). Kalau tidak, senjata yang dimilikinya dikategorikan ilegal.
 
"Ketentuannya, pemilik senjata Air Soft Guns itu harus masuk klub menembak di bawah koordinasi Perbakin. Jadi, kalau tak punya klub menembak senjata itu ilegal," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat  Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, di Mapolda Metro  Jaya, Selasa (8/5).
 
Dikatakan Rikwanto, senjata Air Soft Guns tak boleh dibawa ke manapun. Senjata untuk olahraga beda dengan jenis senjata bela diri.
 
"Kalau mau dibawa hanya dalam rangka latihan, bukan dalam rangka bela diri. Karena, senjata itu bukan untuk bela diri tapi untuk olahraga. Kalau tak dipakai, digudangkan atau tidak disimpan. Ada gudang Perbakin  atau gudang Polda," tambahnya.
 
Sebelumnya diketahui, dalam beberapa kasus, senjata Air Soft Guns kerap disalahgunakan sebagai alat untuk pengancaman atau melakukan tindak pidana.
 
Kasus terbaru adalah, aksi ala "koboy jalanan" anggota TNI Kapten A yang melepaskan dua kali tembakan dari senjata Air Soft Guns-nya ke arah udara saat adu mulut dengan pengendara sepeda motor, di Palmerah,  Jakarta.
 
Selain itu, berdasarkan keterangan beberapa tersangka kasus perampokan  minimarket yang sudah diamankan polisi, diketahui juga para pelaku itu  menggunakan senjata Air Soft Guns untuk menakut-nakuti kasir atau  karyawan.

Penulis: