Logo Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan
Sekolah ini khusus untuk anak cerdas berdasarkan Surat Keputusan Gubernur.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan (SMANU) Mohammad Husni Thamrin mengklaim tidak adanya Peraturan Gubernur (Pergub) yang jelas menjadi alasan pihak sekolah menjalankan sistem sekolah dengan cara improvisasi.

Kepala Sekolah Djumadi mengakui sekolah yang diresmikan pada 2010 memang sekolah khusus untuk anak cerdas, didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur tentang sekolah khusus.

“SK-nya memang sekolah khusus, lalu kemudian untuk mendidik anak cerdas tetapi tidak diikuti oleh aturan khusus, sehingga sekolah ini berjalan apa adanya,” klaim Djumadi dalam rapat bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (14/11).

Dikatakan oleh Djumadi, saat ini baru ada aturan dari Dinas Pendidikan saja, “untuk itu terjadilah hal-hal yang kita sebut sebagai salah persepsi, karena aturannya belum jelas.”

Djumadi mengatakan meskipun aturan belum jelas, namun di tahun pertama dan kedua angkatan di sekolah ini berhasil lulus Ujian Nasional dengan presentase 100 persen yang diikuti dengan terserapnya para siswa ke seluruh Perguruan Tinggi sebesar 100 persen pula.

Namun setelah tahun ketiga, Djumadi mengaku baru mulai terjadi kritik dari sana-sini dikarenakan salah persepsi tadi.

“Tapi saya terima sebagai masukan, dan sudah saya laporkan di tingkat inspektorat.”

Menanggapi soal pendanaan sekolah, Djumadi mengaku sebagai Kepala Sekolah menurut saja kepada kemauan komite yang berencana ingin memangkas anggaran sekolah yang dinilai terlalu tinggi. Namun, Djumadi mengaku tidak pernah menerima tindak lanjut dari pihak komite sekolah dalam hal menandatangani kesepakatan.

“Dari pihak sekolah sudah terserah saja komite mau bagaimana, mau dipangkas seperti apa honor guru, dan lain-lainnya, maka sekolah akan berjalan sesuai dengan anggaran yang ada, ya kalau mau dipangkas RKAS (Rencana dan Kegiatan Anggaran Sekolah) yang dibuat sekolah itu pada dasarnya sudah dibuat berdasarkan kebutuhan,” tegasnya.

Djumadi mengancam kalau anggaran ini dipangkas, maka dirinya tidak bisa menjamin kualitas dari lulusan tahun ini akan sama dengan kualitas lulusan pada tahun sebelumnya.

Penulis: