Jokowi-Ahok Diminta Hapus Anggaran Turnamen Golf

Jokowi-Ahok Diminta Hapus Anggaran Turnamen Golf
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo saat mengunjungi warga yang tinggal di rumah susun tanah tinggi, Jakarta Pusat. FOTO: Safir Makki / JAKARTA GLOBE
Rabu, 21 November 2012 | 20:58 WIB
Jokowi-Ahok diminta hapus anggaran Pemda DKI Jakarta untuk turnamen golf, pembangunan gedung pemda dan pos pemborosan lain.

Langkah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok yang mendorong efisiensi anggaran dipuji. Langkah Jokowi-Ahok dalam efisiensi alokasi anggaran tercermin dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) R-APBD DKI 2013.

Menurut Ah Maftuchan, peneliti kebijakan publik Perkumpulan Prakarsa, langkah Jokowi-Ahok ini tidak boleh hanya berhenti pada efesiensi di dina pekerjaan umum dan dinas perhubungan. "Masih banyak satuan kerja pemerintah daerah yang belum efisien," kata Maftuhan dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Rabu (21/11/2012).

Beberapa satuan kerja yang belum efisien, menurut Maftuhan, antara lain, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang masih mengalokasikan Rp13 Miliar untuk berpartisipasi dalam turnamen golf internasional. "Olah raga golf hanya untuk beberapa gelintir orang kaya saja, tidak layak dibiayai pemda dan bukanlah prioritas," ujarnya.

Pos anggaran di Dinas Perumahan dan Gedung Pemda juga masih mengalokasikan pembangunan dan renovasi gedung pemda lebih dari Rp500 Miliar. "Gedung pemda sebagian masih representatif jadi tidak perlu direnovasi," katanya.

Selain efisiensi alokasi dalam KUA-PPAS, Jokowi-Ahok juga harus meninjau ulang proyek pengerukan sungai dalam Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang dibiayai utang dari World Bank. Proyek ini pada 2013 direncanakan akan dicairkan sebesar Rp110 Miliar. "Proyek JEDI adalah tinggalan Foke yang harus dihentikan," terangnya.

Dan terakhir, Perkumpulan Prakarsa, sebuah LSM di Jakarta, meminta Jokowi-Ahok mendorong SKPD melakukan peningkatan penyerapan anggaran 2012 secara lebih berkualitas. "Tahun fiskal 2012 yang masih sebulan lebih harus dioptimalkan sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tidak terlalu tinggi," ujarnya.


CLOSE