Gedung Balaikota Jakarta
Perancang busana Betawi Emma Amalia Agus Bisri didampingi Nachrowi Ramli mengajukan 14 model rancangannya saat bertemu Jokowi di Balaikota.

Sebanyak 14 desain pakaian adat Betawi untuk digunakan sebagai pakaian dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI ditawarkan perancang busana Betawi Emma Amalia Agus Bisri. Diharapkan Januari, seragam tersebut sudah bisa dikenakan para PNS DKI.

Ke-14 desain tersebut ditunjukkan langsung di hadapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Nachrowi Ramli, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (27/12).

Emma mengatakan kedatangannya ke Balaikota tersebut untuk mewujudkan keinginan Gubernur DKI yang mau mengangkat Betawi sebagai tuan rumah Kota Jakarta, yaitu dengan membuat pakaian dinas dalam bentuk busana Betawi yang mudah dan enak dipakai.

“Saya turut mendukung rencana Gubernur mengangkat budaya Betawi, salah satunya dengan membuat peraturan pakaian dinas atau seragam busana Betawi. Disain seragam yang saya buat ini untuk contoh pakaian PNS. Mulai dari karyawan hingga untuk Gubernur sendiri,” kata Emma, yang datang bersama Nachrowi Ramli.

Disain yang diserahkan kepada Jokowi ada sebanyak 14 model, mulai dari coraknya dan warna disain tersebut. Semua disain tersebut mengandung muatan lokal budaya Betawi sehingga saat orang melihat langsung tahu bahwa itu busana Betawi.

Menurut Emma, desain yang dibuatnya itu atas permintaan Jokowi sendiri. Gubernur meminta pakaian budaya betawi yang akan digunakan sebagai seragam PNS DKI harus dibuat senyaman mungkin. Saat dipakai tidak panas, dan memudahkan ruang gerak PNS saat melakukan aktivitas kerjanya.

“Jadi itu contoh-contohnya. Katanya (Jokowi) semua menarik. Kita mengembangkan kebudayaan Betawi sambil berpartisipasi dalam budaya. Itu tindakan yang positif,” ujarnya.

Dari desain tersebut, Emma menjelaskan pakaian untuk perempuan akan mengenakan pakaian  jenis kebaya dan untuk laki- laki menggunakan pakaian lengan panjang dengan menggunakan kopiah dan sarung yang dikenakan dileher.

"Untuk laki-laki memakai sadariyah (sarung di leher), berwarna putih krem, sedangkan perempuan menggunakan kebaya namanya kebaya Kerancang Betawi, itu kebaya Betawi dari zaman dulu. Untuk kain yang akan digunakan pada kebaya perempuan namanya kain pucuk rebung, yang mempunyai filosofi untuk tolak bala," papar dia.

Sedangkan untuk bahan dan warnanya sendiri, seluruhnya berwarna pastel. Dia memang sengaja tidak menggunakan bahan atau warna yang terlalu terang. Hal itu dilakukannya sesuai permintaannya Jokowi agar pakaian tersebut tidak panas dan mengganggu ruang gerak para PNS DKI.

Emma mengaku senang karena seluruh desain pakaian Betawi yang dia ajukan, seluruhnya diterima oleh Jokowi. "Beliau sampe bingung, katanya semuanya bagus. Dia bilang seluruh disainnya terpilih semuanya. Jadi semuanya boleh dipakai sebagai seragam,” ungkapnya.

Emma adalah tokoh perempuan Betawi dan juga dikenal sebagai kolektor benda budaya Betawi. Dia aktif di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Bamus Betawi. Emma juga aktif menjadi anggota Himpunan Pencinta Kain  Adati Wastraprema dan Women's International Club (WIC).

Penulis: