Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Bersilaturahmi dengan gubernur sudah menjadi tradisi tahunan

Sebanyak enam pemuka agama, yang mewakili umat Islam, Hindu, Budha, Katolik, Protestan dan Konghucu, mengunjungi Gubernur DKI Fauzi Bowo, di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/8). Mereka mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.

Keenamnya yakni KH Ibrahim Karim dan Muhidin Iskak dari Islam, Uskup Iqnatius Suharyo dari Konferensi Wali Indonesia (KWI) yang mewakili Katolik, Biku Lim Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Panindita Gede Jaman dari Hindu, Pendeta Jacob Nohuwae dari Protestan, dan Onga Wijaya dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Menurut Panindita Dewa Putu Suradana, kegiatan ini sudah dilakukannnya setiap tahun. "Kami biasa setiap tahunnya bersilahturahmi bersama gubernur saat Hari Lebaran. Kami mengucapkan selamat Lebaran kepada Fauzi Bowo. Itu hal yang wajar kami lakukan dalam rangka kerukunan umat beragama," kata Dewa.

Begitu juga dengan Romo Padmo dari Gereja Katolik Mangga Besar. Kegiatan silaturahmi, ujarnya, sudah dilakukan sejak era Gubernur Sutiyoso. "Ini bukan pertama kalinya saya ke sini. Tetap setiap kali Lebaran, saya pasti kesini menemani Uskup Jakarta. Kita harus menunjukkan kerukunan beragama kepada umat yang dimulai dari para pemuka agamanya," kata Romo Padmo.

Sementara itu, Fauzi Bowo mengungkapkan rasa syukurnya karena selama lima tahun kepemimpinannya kerukunan umat beragama tetap terjaga. Hal itu dibuktikan dengan  datangnya lima pemuka agama ke rumah dinasnya untuk mengucapkan selamat Lebaran.

"Saya bersyukur tiap tahun, pada hari raya Idul Fitri Monsinyur (Jabatan/pangkat untuk Katholik) mengunjungi saya dan beberapa tokoh agama lainnya di Jakarta," ucap Foke.

Rasa syukur lainnya, ucap Fok, yakni tak ada satupun kejadian yang menyebabkan umat beragama tidak bisa melaksanakan ibadahnya. "Karena itu saya menyampaikan rasa terimakasih dan rasa hormat saya pada seluruh tokoh agama dan pemuka agama yang hadir mudah-mudahan kebersamaaan ini membawa Jakarta semakin sejahtera. Semakin harmonis di waktu yang akan datang," tuturnya.

Namun, Foke menyangkal kedatangan keenam pemuka agama ini merupakan langkah untuk mencari dukungan pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) 20 September mendatang. Kedatangan mereka merupakan gambaran kehidupan dan kerukunan umat beragama di Jakarta semakin kuat terpelihara. Juga merupakan bukti kedekatannya dengan para pemuka keenam agama yang ada di Jakarta

"Begitu juga kalau Natal. Saya mengunjungi Monsiyur. Saya juga datang ke acara hari besar keagamaan lainnya. Ini adalah silaturahin kita di Jakarta. Bukan karena ada Pemilukada atau ada sebab lainnya. Kita semua berkepentingan agar Jakarta aman dan maju terus," tukasnya.

Penulis: