Grup A

Profil Timnas Arab Saudi

Profil Timnas Arab Saudi
Dwi Argo Santosa / AB Jumat, 1 Juni 2018 | 00:00 WIB

Asosiasi : Saudi Arabian Football Federation
Julukan: Green Falcons
Peringkat FIFA: 67 (7 Juni 2018)

Most Caps:Mohamed Al-Deayea (178)
Top Scorer :Majed Abdullah (71)
Pelatih : Juan Antonio Pizzi (Spanyol)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Babak 16 Besar 1994)

Pertandingan pembuka Piala Dunia mempertemukan Arab Saudi melawan tuan rumah Rusia, Kamis 14 Juni 2018. Bagi Rusia, Arab Saudi tidak bisa dipandang sebelah mata. Perjuangan wakil Asia ini di babak kualifikasi cukup mengasah kepaduan tim guna melawan tuan rumah yang kekurangan jam terbang berlaga menjelang Piala Dunia.

Pada kualifikasi zona Asian Football Confederation (AFC), Arab Saudi lolos ke putaran ketiga bersama Uni Emirat Arab (UEA) meninggalkan Palestina, Malaysia, dan Timor Leste. Selanjutnya tim berjuluk The Green Falcons ini satu grup dengan Jepang, Australia, UEA, Irak, dan Thailand. Di grup ini kualitas Arab Saudi dibuktikan dengan menempati diri di posisi kedua setelah Jepang, dan satu tingkat di atas juara Asia 2015, Australia. Sedangkan tim Benua Kanguru yang dihuni sejumlah pemain yang merumput di Liga Primer Inggris malah harus melalui babak play-off melawan Suriah terlebih dahulu sebelum lolos.

Di ajang Piala Dunia, pencapaian terbaik yang pernah diraih Arab Saudi adalah lolos ke babak 16 besar di tahun 1994. Setelah itu, pada perhelatan Piala Dunia 1998, 2002, dan 2006, The Green Falcons hanya mampu bertahan hingga fase awal grup.

Arab Saudi memang bukan peserta pelanggan Piala Dunia. Mereka absen pada 2010 dan 2014. Meski demikian, tim ini datang ke Rusia dengan penuh kepercayaan diri mengingat hasil di babak kualifikasi yang cukup meyakinkan. Apalagi pada pertandingan terakhir, mereka mampu mengalahkan Jepang 1-0, sekaligus membawa mereka lolos ke Rusia.

Di Grup A Piala Dunia 2018 ini, tim asuhan Juan Antonio Pizzi ini kemungkinan mampu mengimbangi Rusia, tetapi bakal kesulitan melawan Mesir dan Uruguay. Harus diingat bahwa perjuangan Arab Saudi saat kualifikasi tidak lepas dari jasa pelatih sebelum Pizzi, Bert van Marwijk. Mantan pelatih timnas Belanda ini mundur karena tidak menemukan kesepakatan dalam negosiasi kontrak barunya.

Selepas Marwijk, Federasi Sepak Bola Arab Saudi akhirnya menunjuk pelatih asal Argentina, Edgardo Bauza, yang notabene adalah bekas pelatih timnas Uni Emirat Arab yang disingkirkan Arab Saudi pada babak kualifikasi. Bauza akhirnya dipecat karena dalam lima pertandingan uji coba menuai hasil buruk, yakni dua kali kemenangan dan tiga kekalahan. Jadilah Pizzi menggantikan Bauza.

Melihat perjalanan ini, peran pelatih sangat menentukan. Apakah di tangan Pizzi Arab Saudi akan lebih padu, atau malah berantakan seperti ketika dipegang Bauza?

Dari sisi pemain, nyaris tak ada nama tenar dalam tim ini. Namun Arab Saudi punya cara sendiri. Guna mendukung penampilan para pemainnya, Saudi Arabian Football Federation (SAFF) mengirimkan sembilan pemain untuk bermain di Liga Spanyol berkat nota kerja sama Pemerintah Arab Saudi dengan Spanyol dalam pengembangan sepakbola. SAFF pun mengizinkan para pemain untuk tidak menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan. Upaya-upaya ini membuktikan keseriusan Arab Saudi untuk tidak hanya menjadi tim penggembira di perhelatan Piala Dunia 2108. SAFF tentu berkeinginan mereka bisa mengulang prestasi 1994 atau hampir seperempat abad lalu, lolos ke babak 16 besar.

Pemain Bintang
Arab Saudi tidak memiliki nama-nama pemain tenar. Pasukan negeri padang pasir ini rata-rata adalah pemain klub dalam negeri. Hanya ada tiga pemain yang berlaga di di luar, yakni Salem Al-Dawsari (Villarreal), Fahad Al-Muwallad (Levante), dan Yahya Al-Shehri (Leganes).

Pemain yang dianggap paling bersinar sekaligus senior, Mohammad Al-Sahlawi (31) bermain di klub lokal, Saudi Al-Nassr. Al-Sahlawi merupakan striker andalan. Ia termasuk penyerang tersubur di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan mencetak 16 gol. Ia juga merupakan penyerang paling subur di timnas dengan 28 gol.

Mohammad Al-Sahlawi.

Di musim ini saja bersama Al Nassr, ia telah mencetak 11 gol dari 20 penampilan di semua kompetisi. Sedangkan di timnas, gol pertama dicetak Al-Sahlawi saat berlaga di ajang AFC Youth Championship sebelas tahun lalu ketika melawan Irak U-20. Al-Sahlawi mencetak hattrick di timnas senior pertamanya pada pada kualifikasi PD 2018 saat Arab Saudi melawan Timor Leste, 3 September 2015 lalu. Guna menunjang penampilannya di Piala Dunia nanti, SAFF mengirimnya untuk mengikuti uji coba selama tiga minggu di klub raksasa Inggris, Manchester United.

Pelatih
Timnas Arab Saudi sudah mengganti pelatih sebanyak tiga kali. Faktor ini bisa mengganggu kepaduan tim. Pemain bisa saja tidak cocok dengan pelatih. Namun, faktor hubungan pelatih dan pemain ini tampaknya tidak bakal menjadi kendala mengingat Juan Antonio Pizzi Torroja (49 tahun) adalah pelatih profesional yang sudah mengenyam asam garam kepelatihan di sejumlah klub, termasuk klub Valencia di Italia.

Juan Antonio Pizzi Torroja.

Pria kelahiran Santa Fe, 7 Juni 1968 adalah mantan pemain sepakbola berkewarganegaraan Spanyol kelahiran Argentina yang biasa bermain sebagai penyerang. Ia pernah bermain untuk Barcelona dan pernah meraih juara La Liga, Copa Del Rey, Piala Super Spanyol dan Piala Super UEFA.

Pizzi mengakhiri kariernya sebagai pemain pada 2002 di klub Villarreal. Di tangan Pizzi karakter permainan Arab Saudi kemungkinan besar tak jauh dari gaya permainan khas klub-klub Spanyol yang mengandalkan umpan-umpan pendek, tetapi akurat, serta pergerakan dinamis pemain dan alur serangan melalui berbagai sisi lapangan. 



Sumber: Berbagai sumber