Grup D

Timnas Islandia

Timnas Islandia
Dwi Argo Santosa / AB Jumat, 1 Juni 2018 | 00:00 WIB

Asosiasi: Knattspyrnusamband Islands (KSI)
Julukan: Strakarnir Okkar, Our Boys (Pemuda Kami)
Peringkat FIFA: 22 (7 Juni 2018)
Most Caps: Runar Kristinsson (104)
Top Scorer: Eidur Gudjohnsen (26)
Pelatih: Heimir Hallgrimsson (Islandia)
Tampil: 1 Kali 

Islandia adalah epik persepakbolaan dunia. Negara kecil dengan populasi penduduk sebanyak 332.529 mampu melahirkan sebuah tim yang maju ke Piala Dunia. Pada Piala Eropa 2016, pasukan Our Boys mampu melejit hingga babak perempat final. Mereka membuat kejutan dengan menaklukkan dua tim besar dunia, Belanda dan Inggris di kualifikasi grup dan 16 besar.

Prestasi ini luar biasa mengingat mereka tidak memiliki klub sepakbola profesional kondang. Liga Islandia hanya berlangsung selama empat bulan karena iklim. Kondisi geografis dan iklim negeri itu kurang mendukung untuk olahraga luar ruang. Dengan luas 103.000 km persegi, Islandia adalah negara dengan penduduk terjarang di Eropa. Saat musim dingin, rata-rata temperatur mencapai 0 hingga -10 derajat celsius. Suhu bisa turun sampai minus 25 hingga minus 30 derajat pada Desember. Dua pertiga penduduk tinggal di ibu kota sekaligus kota terbesar di negara itu, Reykjavik. Sebagian besar luas wilayah adalah gletser.

Kondisi alam tak menghambat kemajuan olahraga selagi ada niat. Setelah berulang kali gagal menembus babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, Islandia berbenah pada 1990. Mereka membangun banyak lapangan indoor pada tahun 2000-an. Maka, muncullah talenta-talenta muda yang kemudian bermain di klub-klub negara lain di jazirah Eropa.

Pemain Everton, Gylfi Sigurdsson adalah salah satu contoh. Ia pertama kali direkrut Reading ketika usianya masih 18 tahun kemudian dibeli Swansea City. Pembangunan sepakbola Islandia menuai hasil signifikan pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 ketika timnas di bawah asuhan pelatih kenamaan asal Swedia, Lars Lagerback. Islandia nyaris lolos ke Brasil. Sayang, pada babak play-off mereka disingkirkan Kroasia.

Setahun kemudian pada babak kualifikasi Piala Eropa, timnas Islandia semakin bertaji. Dari tujuh pertandingan yang dijalani, Islandia meraih enam kemenangan dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan didapat saat menghadapi Cheska dengan skor 2-1. Pada ajang kualifikasi ini Islandia berhasil menumbangkan Belanda dua kali, baik ketika tandang di Amsterdam maupun saat di kandang.

Keperkasaan Islandia berlanjut pada 2017, yakni dengan menjadi juara grup I zona Eropa babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Dengan tujuh kemenangan, dua kekalahan, dan sekali seri, mereka melampaui peringkat kedua, yakni Kroasia, negara yang sudah empat kali lolos ke Piala Dunia.

Pemain
Dari deretan pemain yang ada, nama Gylfi Sigurdsson (29) adalah yang paling tenar. Pemain yang punya posisi sebagai pemain tengah pengatur serangan ini sekarang membela klub Inggris, Everton.

Gylfi Sigurdsson.

Gylfi sebelumnya pernah bermain untuk Reading, Shrewsbury Town, Crewe Alexandra, 1899 Hoffenheim, dan Swansea City. Lantas Tottenham Hotspur menyatakan bahwa Gylfi telah bergabung ke klub tersebut awal Juli 2012. Kini Sigurdsson membela Everton.

Pelatih
Islandia tidak hanya punya pemain-pemain hebat yang merumput di sejumlah negara besar Eropa. Mereka juga memiliki pelatih-pelatih bersertifikat FIFA. Pasalnya, dalam pembangunan persepakbolaan Negeri Es tersebut, pemerintah tidak hanya membangun sarana, melainkan juga melahirkan pelatih-pelatih hebat yang bakal membina para pemain. Karena itu jangan heran bila Islandia kini ditangani oleh pelatih dalam negeri, Heimir Hallgrimsson.

Heimir Hallgrimsson.

Adalah Lars Lagerback yang membawa timnas Islandia berkibar. Namun seiring berjalannya waktu, ia menyarankan Hallgrmisson, asisten pelatihnya di timnas untuk menjadi menggantikannya. Hallgrimsson yang sudah empat tahun menjadi asisten Lagerback tentunya tahu betul filosofi seperti apa yang digunakan Lagerback pada timnas Islandia.



Sumber: Suara Pembaruan