Grup E

Timnas Swiss

Timnas Swiss
Dwi Argo Santosa / AB Jumat, 1 Juni 2018 | 00:00 WIB

Asosiasi: Swiss Football Association
Julukan: Schweizer Nati, La Nati (Tim Nasional)
Peringkat FIFA: 6 (7 Juni 2018)
Most Caps: Heinz Hermann (118)
Top Scorer: Alexander Frei (42)
Pelatih: Vladimir Petkovic (Swiss)
Tampil: 11 Kali (Prestasi Terbaik Perempat Final 1934, 1938, dan 1954)

Timnas Swiss tidak pernah absen sejak Piala Dunia 2006 di Jerman. Swiss lolos ke Rusia setelah menempati posisi runner-up grup B pada kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Mereka melenggang setelah mengandaskan Irlandia Utara pada babak play-off November lalu.

Dalam rentetan keikutsertaannya 12 tahun terakhir, prestasi terbaik adalah pada 2006 dan 2014 ketika mereka mampu melaju sampai babak 16 besar. Tak mengherankan bila Granit Xhaka dkk mengincar capaian yang lebih tinggi, yakni perempat final Piala Dunia 2018, mengulang masa kejayaan Swiss pada Piala Dunia 1934, 1938, dan 1954. Ketika itu Swiss melaju hingga perempat final.

Di grup E, Swiss harus melawan Brasil, Kosta Rika, dan Serbia. Sungguh bukan lawan yang ringan. Brasil diperkirakan bakal lolos dengan menjadi juara grup. Tinggal tiga tim lainnya yang harus bersaing memperebutkan posisi kedua mendampingi Brasil maju ke babak berikutnya.

Pelatih Swiss, Petkovic menyadari bahwa timnya akan lebih fokus mewaspadai Kosta Rika dan Serbia. Dibanding dua tim lawan, Swiss tentunya lebih percaya diri karena mereka adalah timnas dengan peringkat ke-6 FIFA jauh di atas Kosta Rika yang ada di posisi ke-23 dan Serbia ke-34.

Pemain Bintang
Pemain tengah Arsenal Granit Xhaka (25) bakal menjadi andalan timnas Swiss bersama Xherdan Shaqiri (Stoke City). Xhaka tumbuh bersama klub FC Basel. Klub tersukses di Swiss ini tertarik melihat kakak beradik Taulant dan Granit yang bermain di sebuah sekolah sepakbola. Perjalanan Granit sedikit terhambat ketika ia mengalami cedera lutut pada usia 16 tahun. Setelah sembuh dari cedera, ia nyaris tak terpakai di timnas Piala Dunia U-17 karena minimnya jam bertanding. Granit akhirnya dipanggil ketika ada satu pemain cedera.

Kala itu, Swiss berhasil meraih juara setelah mengalahkan tuan rumah Nigeria yang jauh lebih diunggulkan. Dua tahun kemudian ia bersama sang kakak dipromosikan ke tim utama Basel. Sejak saat itu karier sepakbola Granit melejit. Ia dilepas ke Borussia Moenchengladbach pada musim panas 2012 sebelum akhirnya hijrah ke Arsenal selepas Piala Eropa. Bersama Granit, Xherdan Shaqiri menjadi bagian dari generasi emas sepakbola Swiss.

Pelatih
Vladimir Petkovic (54) adalah mantan pelatih Lazio. Ia didepak karena dinilai melanggar perjanjian klub, yakni sudah menandatangani kontrak melatih Swiss meskipun masih terikat kontrak dengan Lazio. Pada akhirnya Petkovic melatih timnas Swiss yang sebelumnya ditangani Ottmar Hitzfeld yang pensiun. Di tangan Hitzfeld, Swiss lolos ke Piala Dunia 2010. Bertahan melatih selama enam tahun ia akhirnya resmi mengundurkan diri seusai Piala Dunia 2014.

Vladimir Petkovic.

Vladimir Petkovic tentu bangga menggantikan jabatan yang pernah diemban Hitzfeld. Pelatih kelahiran Yugoslavia dan berdwikewarganegaraan Bosnia-Herzegovina dan Swiss ini telah menghabiskan hampir separuh hidupnya di Swiss. Petkovic pun sudah sangat dekat dengan sepakbola Swiss. Saat masih menjadi pemain, Petkovic memperkuat sejumlah klub Swiss. Setelah pensiun pun ia menjalani karier kepelatihan bersama klub-klub Swiss, seperti Young Boys, Bellinzona, dan FC Sion. Formasi ideal yang sering diterapkannya adalah 4-2-3-1.



Sumber: Suara Pembaruan