Grup F

Timnas Jerman

Timnas Jerman
Dwi Argo Santosa / AB Jumat, 1 Juni 2018 | 00:00 WIB

Asosiasi: Deutscher Fußball-Bund (DFB)
Julukan: Nationalelf, Die Mannschaft, der Panzer (Tim Panser)
Peringkat FIFA: 1 (7 Juni 2018)
Most Caps: Lothar Matthaus (150)
Top Scorer: Miroslav Klose (71)
Pelatih: Joachim Loew (Jerman)
Tampil: 19 Kali (Prestasi Terbaik Juara 1934, 1974, 1990, dan 2014)

Jerman punya peluang menjadi tim kedua yang dapat mempertahankan trofi Jules Rimet dua kali berturut-turut. Pencapaian seperti itu hanya bisa dilakukan oleh timnas Brasil pada 1962 atau sudah lebih dari setengah abad. Ketika itu Brasil mempertahankan gelar pada Piala Dunia 1958 dan 1962.

Meski squad Jerman bukan lagi dihuni pemain yang berlaga pada Piala Dunia 2014, kekuatan der Panzer tak diragukan. Hal itu dibuktikan dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Die Mannschaft adalah satu-satunya tim yang memenangi seluruh pertandingan babak kualifikasi alias menorehkan 100 persen kemenangan. Rekor serupa dicatat Tim Matador Spanyol pada 2010. Kemenangan demi kemenangan Jerman itu diraih oleh sebuah tim campuran senior dan junior.

Pelatih Joachim Loew berhasil meramu perpaduan pemain muda dan tua tanpa harus mengurangi daya gedor. Para pemain muda Jerman, seperti Leon Goretzka dan Timo Werner, menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Konfederasi 2017. Bahkan Julian Draxler terpilih sebagai pemain terbaik.

Di grup F, Jerman bersama dengan Korea Selatan, Meksiko, dan Swedia. Di atas kertas, Jerman tidak akan kesulitan lolos bahkan akan menjadi juara grup. Langkah selanjutnya pun tampaknya akan terasa lapang setidaknya hingga semifinal.

Pemain Bintang
Gelandang timnas Jerman, Toni Kroos, menegaskan ingin mengantarkan negaranya mengukir sejarah sebagai tim yang bisa mempertahankan gelar Piala Dunia. Apa yang diungkapkan gelandang elagan Real Madrid ini bukan sebuah kemustahilan. Jerman dengan kekuatan saat ini layak mendapatkan juara. Apalagi Kroos, sebagai salah satu pemain andalan, paling bisa mengukur kemampuan dirinya serta kekuatan tim saat ini.

"Piala Dunia masih menjadi sesuatu yang spesial. Kami tertantang untuk mempertahankan gelar tersebut. Saya sudah tidak sabar kembali bermain di Piala Dunia," ujar Kroos.

Toni Kroos.

Kepiawaian Kroos akan diuji kembali di Piala Dunia setelah selama empat musim bersama Real Madrid. Di klub legendaris ini, Kroos telah menunjukkan kemampuannya berhasil mempersembahkan 10 gelar untuk Los Blancos, dari gelar La Liga hingga gelar Liga Champions.

Selain Kroos, ada Mesut Oezil, gelandang serang kelahiran Oktober 1988. Oezil oleh pelatih Loew sering disebut "jenius". Sebagai pengatur serangan, dia boleh dikatakan sempurna. Duet dua gelandang ini tentu saja memperkuat lini tengah Jerman.

Pelatih
Joachim Loew melatih tim nasional Jerman sejak 2006. Selama kepemimpinannya, Jerman selalu nyaris keluar sebagai juara dalam berbagai turnamen akbar dunia. Pada 2010 misalnya, Jerman berhasil dibawanya melaju ke semifinal Piala Dunia dan keluar sebagai juara ketiga.

Joachim Loew.

Pelatih kelahiran 3 Februari 1960 itu juga berhasil membawa Jerman ke semifinal Piala Eropa pada 2008 dan 2012. Setelah lama berkutat di bawah prestasi puncak, akhirnya ia berhasil membawa der Panzer menjadi juara di pada perhelatan Piala Dunia Brasil. Tak tanggung-tanggung, Jerman mengalahkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1 di semifinal.

Selama babak kualifikasi Piala Dunia 2018, Loew lebih banyak menerapkan formasi 4-2-3-1. Dengan hanya menempatkan seorang penyerang di lini depan, persaingan memperebutkan tempat tersebut di starting eleven sangat ketat. Akan tetapi, pelatih berumur 58 tahun tersebut selama lebih banyak menurunkan Timo Werner daripada penyerang lain.



Sumber: Suara Pembaruan