Grup G

Timnas Belgia

Timnas Belgia
Dwi Argo Santosa / AB Jumat, 1 Juni 2018 | 00:00 WIB

Asosiasi: Royal Belgian Football Association
Julukan: Les Diables Rouges/Rode Duivels (Setan Merah)
Peringkat FIFA: 3 (7 Juni 2018)
Most Caps: Jan Ceulemans (96)
Top Scorer: Bernard Voorhoof & Paul Van Himst (30)
Pelatih: Roberto Martínez (Belgia)
Tampil: 13 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Keempat 1986)

Inilah generasi emas Belgia. Para pemain depan tengah dan belakang adalah para pemain yang sangat penting bagi klub masing-masing. Ketika Romelu Lukaku (MU), Eden Hazard (Chelsea), Adnan Januzaj (Real Sociedad), dan Michy Batshuayi (Dortmund) berpadu di barisan depan. Di tengah ada para gelandang brilian, seperti Nacer Chadli (West Brom), Kevin De Bruyne (Manchester City), Fellaini(MU), bahkan Mousa Dembéle (Tottenham Hotspur). Demkian juga ada bek dan kiper tangguh di belakang. Tim inilah yang melaju sampai perempat finl Piala Eropa. Dengan pola permainan yang sama sekalipun, Belgia bakal melaju setidaknya sampai babak delapan besar.

Belgia lolos ke putaran final Piala Dunia Rusia dengan rekor sangat meyakinkan di babak kualifikasi. Mereka tak terkalahkan dalam 10 laga grup H, sembilan laga di antaranya sukses mereka menangi. Di bawah racikan Pelatih Roberto Martinez, Belgia bermain cukup solid dan agresif. Banyak pengamat yang menyatakan bahwa generasi emas saat ini punya potensi membuat kejutan besar. Dilihat dari komposisi tim yang bertarung di grup G, yakni Inggris, Tunisia, dan Panama, maka pencapaian sebagai juara grup sangat mungkin dilakukan Hazard dkk.

Pemain Bintang
Ketiadaan gelandang serang Radja Nainggolan (AS Roma) dalam squad tidak membuat kualitas lini tengah Belgia menurun. Masih ada sejumlah nama tenar dengan skill menawan menggantikan Radja atau sebaliknya sudah ada dan lebih baik dari Radja. Dialah Eden Hazard dan Kevin De Bruyne.

Eden Hazard.

Hazard kali ini bakal mengenakan ban kapten tim. Nantinya ia berperan bukan hanya sebagai penyuplai bola, melainkan juga sesekali membawanya ke depan untuk mencetak gol. Pemain kelahiran La Louviere 23 tahun lalu ini punya kecepatan dan kemampuan melepas umpan melewati celah di lini pertahanan lawan. Tendangannya pun sangat akurat. Di musim ini, misalnya, ia telah mencetak 12 gol dan lima assist dalam 25 penampilan di Liga Premier Inggris.

Pelatih
Roberto Martinez (44) menjadi pelatih Belgia setelah Royal Belgian Football Association memecat Marc Wilmots. Wilmots kehilangan jabatan gara-gara Belgia kandas di babak perempat final Piala Eropa 2016 lewat kekalahan dari tim debutan Wales, 1-3. Sampai jenjang perempat final bukanlah kesuksesasn melainkan sebuah kegagalan mengingat squad Belgia saat itu merupakan formasi terbaik Eropa. Apalagi kalah oleh Wales yang rata-rata kualitas pemainnya tidak lebih baik dari Belgia.

Roberto Martinez.

Martinez didampingi oleh striker legendaris Arsenal, Thierry Henry, yang menjabat sebagai asisten. Timnas Belgia menjadi salah satu tim paling meyakinkan di Pra-Piala Dunia 2018. Keputusan duo Martinez-Henry inilah yang membuat gelandang klub Roma, Radja Nainggolan, menyatakan pensiun dari timnas Belgia.

Nainggolan yang masih produktif dan bahkan bersinar di Piala Eropa justru tidak dimasukkan dalam squad timnas. Alasannya, Nainggolan tidak cocok dengan perannya di tim yang sesuai dengan taktik pelatih. Maka, sang pelatih dan asistennya terpaksa mencoret Nainggolan. Martinez menyatakan telah membicarakan perihal peran Nainggolan di tim, tetapi tidak ada kata sepakat antara dirinya bersama Henry di satu pihak dengan Nainggolan di pihak lain.



Sumber: Suara Pembaruan