Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya meneriakkan yel yel di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta, Rabu (11/7).
Kami mengharapkan dukungan media yang lebih optimal lagi di Putaran  Kedua PIlkada DKI ini.

Hasil penelitian Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang menunjukkan  pasangan Jokowi-Basuki populer di pemberitaan melebihi calon lainnya  membuat pasangan calon gubernur-wakil gubernur itu bangga dan  mengucapkan pernghargaan setinggi-tingginya buat insan pers.
 
Koordinator Komunikasi & Media Center Tim Kampanye Jokowi-Basuki,  Budi Purnomo Karjodihardjo, menyatakan Jokowi-Basuki  menyampaikan  penghargaan terima kasih yang sebesar-besarnya atas media dalam  menyampaikan informasi dan kegiatan Jokowi-Basuki.
 
"Kami mengharapkan dukungan media yang lebih optimal lagi di Putaran  Kedua PIlkada DKI ini. Dengan demikian, semakin banyak warga Jakarta  yang mengetahui informasi penting bagi Jakarta yang lebih baik," kata  Budi dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (7/8)
 
Menurut Budi, tanpa dukungan insan pers, pihaknya tentu tidak akan mudah  menyampaikan informasi, progran, ataupun kampanye yang efektif dan  efisien soal Jokowi-Basuki.
 
Secara khusus, Budi juga menyatakan pihaknya menyampaikan penghargaan  kepada para relawan media sosial yang turut berperan penting dalam  menyebarluaskan pemberitaan positif di media cetak, televisi, dan media  online.
 
"Sehingga pemberitaan positif menyebar lebih luas dan menjangkau lebih banyak audience," tutur Budi.
 
 Riset AJI menemukan pasangan Jokowi-Basuki mendapat tempat paling besar  dalam porsi pemberitaan Pemilukada DKI Jakarta selama periode 1 Juli-31  Juli 2012.
 
Analisis dilakukan terhadap 3.488 berita dari 16 media. Riset ini  merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis isi sederhana  dengan sampel yang meliputi 4 media online (Detik.com, Kompas.com,  Vivanews, dan Okezone), 4 media cetak nasional (Kompas, Koran Tempo,  Republika, dan Suara Pembaruan), 4  media cetak local (Pos Kota, Warta  Kota, Indopos, dan Koran Jakarta), dan 4 televisi (RCTI, MetroTV, TVOne  dan JakTV).
 
 Jokowi-Basuki tampak populer dalam pemberitaan media periode ketiga ini.  Mereka ditampilkan secara tunggal dalam 599 berita (17,37%). Kandidat  nomor tiga ini menggeser dominasi Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Fauzi-Nara)  pada pemberitaan di periode sebelumnya, yang ditampilkan secara tunggal  dalam 186 berita (14,06%).
 
 Ini juga berlaku untuk berita foto. Jokowi-Ahok tampil dalam 479 foto  (13,89%) selama bulan Juli. Padahal di periode kedua, Fauzi-Nara tampil  paling sering yakni dalam 147 foto (11,8%).
 
 Hasil riset juga menunjukkan Jokowi-Ahok ternyata menerima pemberitaan  bernada positif paling banyak (441 berita atau 12,79%) pada periode  penelitian ketiga. Sebaliknya, Fauzi Bowo mendapat pemberitaan bernada  negatif paling banyak (98 berita atau 2,84%).
 
 Di putaran kedua kampanye pilkada DKI Jakarta, Budi Purnomo menyatakan  pihaknya akan terus melayani hubungan baik dengan media massa melalui  pemberian informasi  jadwal kegiatan Jokowi-Basuki, hingga menyebarkan  rilis pers kegiatan pasangan itu.
 
Sementara terkait strategi kampanye, Budi menyatakan pihaknya akan  melanjutkan keberhasil strategi kampanye tahap pertama yang mereka sebut  sebagai 'strategi komunikasi kasih sayang'.
 
"Kami akan mempertajam strategi ini. Komunikasi kasih sayang adalah  komunikasi yang bersifat positif dan konstruktif, serta menghindari  menggunakan komunikasi yang negatif dan destruktif," kata Budi.

Penulis: