Pertemuan tersebut tidak hanya untuk memberikan pengarahan gubernur kepada kepada para walikota, bupati, camat dan lurah, tetapi sekaligus mengevaluasi pelayanan birokrasi terhadap masyarakat Jakarta

Setelah beberapa hari melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor kelurahan, kecamatan dan puskesmas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memanggil seluruh walikota, bupati, camat dan lurah se-DKI Jakarta. Mereka dikumpulkan hari ini, Kamis (25/10) di Balaikota DKI, Jakarta, untuk mendapatkan pengarahan mengenai birokrasi yang melayani masyarakat. Selain itu, harus memulai pelayanan masyarakat tepat pada waktunya dan semakin optimal.

“Saya sudah memberikan undangannya kemarin. Saya undang semua walikota, bupati, camat dan lurahnya. Acaranya akan dimulai jam 10,” kata Joko Widodo di Balaikota DKI, Jakarta, hari ini.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya untuk memberikan pengarahan gubernur kepada kepada para walikota, bupati, camat dan lurah, tetapi sekaligus mengevaluasi pelayanan birokrasi terhadap masyarakat Jakarta berdasarkan hasil pantauannya langsung di lapangan.

Dia menilai, masih cukup banyak pelayanan masyarakat yang belum berjalan optimal, karena para petugasnya tidak pernah datang tepat waktu untuk menjalankan tugasnya. Lebih parah lagi, ada petugas yang tidak datang, sehingga mengakibatkan pelayanan masyarakat terganggu dan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

“Dari hasil saya turun ke lapangan dapat disimpulkan, ada kantor-kantor pelayanan masyarakat yang belum dibuka. Kuncinya tidak ada, loket pelayanan belum dibuka dan sebagainya. Kalau semuanya kayak begitu, ya bagaimana melayani masyarakat dengan baik, optimal dan prima,” tutur Jokowi yang mengenakan batik cokelat celana bahan hitam.

Sebelumnya, pada Selasa (23/10), Jokowi sidak ke tiga kantor instansi Pemprov DKI yaitu Kelurahan Senen, Kelurahan Cempaka Putih Timur, dan Kecamatan Cempaka Putih. Saat kesana, Jokowi tak menemukan satu pun lurah atau camat yang bertugas.

Bahkan di Kelurahan Senen, Jokowi sempat berkeliling dari lantai satu sampai lantai dua. Dia menemukan banyak pintu yang masih dikunci. Beberapa pegawai yang sudah berada di Kelurahan Senen pun terlihat panik dan seperti gugup, bahkan ada staf sampai tidak bisa membuka kunci pintu. Lurah Senen pun dikatakan sedang berada diluar. Begitu juga saat di Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jokowi tidak bertemu dengan Lurah Cempaka Putih Timur yang sedang berada diluar kantor. Sama halnya di Kecamatan Cempaka Putih, Jokowi menemukan banyak pintu ruangan yang masih terkunci, bahkan ada loket pelayanan yang ada papan dengan kalimat ‘Buka', tapi loket masih tertutup dan ruangan terkunci.

Berbeda saat sidak dilakukannya pada Rabu (24/10) di dua puskesmas yaitu Puskesmas Paseban dan Puskesmas Sention, Jakarta Pusat. Jokowi memuji pelayanan Puskesmas DKI yang sudah baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Para dokter puskesmas bersama petugas administrasi sudah masuk kerja tepat waktu.

Penulis: