Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Salah satu rapat yang diunggah di Youtube pembahasan proyek infrastruktur dengan Dinas PU DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku belum melihat video yang diunggah ke situs Youtube.com yang  mendokumentasikan sejumlah rapat yang digelar oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Jokowi menyebutkan tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

“Video apa? Tidak saya belum lihat,” ucapnya di Gedung Balaikota, Jakarta, Selasa (13/11).

Jokowi menambahkan video yang diunggah atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini pada dasarnya adalah upaya Pemprov menunjukkan keterbukaan yang selama ini dijanjikan.

“Katanya mau terbuka, kok sekarang geger?” tanyanya.

Salah satu rapat yang diunggah di Youtube adalah pembahasan proyek infrastruktur Basuki bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Jokowi membantu menjelaskan apa yang disampaikan wakilnya kepada Dinas PU DKI Jakarta terkait efisiensi anggaran 25 persen tersebut adalah salah satu upaya untuk mengurangi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) yang pada tahun lalu mencapai angka Rp 6,7 triliun.

“Gini, kami ini akan melakukan efisiensi di semua sektor, misalnya ada proyek pembuatan gedung, kita hitung secara detail dan rinci berapa satu meter persegi dikali luasan gedungnya, sesuai dengan harga pasaran, jadi jangan terlalu besar anggarannya, kalau begitu pasti SILPAnya akan besar,” jelasnya.

Jokowi berencana pada tahun depan akan menaruh anggaran besar pada anggaran prioritasnya seperti kesehatan, pendidikan, transportasi dan perumahan. Menurutnya, alokasi anggaran yang besar untuk program yang besar tidak akan dipermasalahkan, selama manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh publik.

“Kalau kita inginnya sebuah program yang besar sekalian, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga pengaturan kontrolnya juga lebih mudah. Kalau program kecil-kecil dan banyak kontrolnya kan akan lebih sulit,” tegasnya.

Meskipun demikian, Jokowi juga mengakui bahwa tidak dapat melakukan tindakan preventif untuk menekan SILPA tahun ini, pasalnya tahun ini hanya bersisa tinggal beberapa minggu lagi.

“Saya masih mentargetkan SILPA tahun anggaran ini masih sekitar Rp 6 triliun, tapi bisa apa? Ini kan permasalahannya ada di perencanaan awalnya,” tandasnya.

Penulis: /FER