Ketua DPRD Minta "Car Free Night" Diundur

Ketua DPRD Minta
Ilustrasi Natalan di gereja. ( Foto: Murizal Hamzah )
Rabu, 19 Desember 2012 | 20:47 WIB
Dikhawatirkan menghambat pergerakan umat Kristiani yang menuju tempat ibadah.

Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan meminta, kepada Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya untuk mengkaji ulang waktu pelaksanaan Jakarta 'Car Free Night' pada malam Tahun Baru (31/12).

Sebab menurutnya, waktu pelaksanaan Jakarta Car Free Night yang direncanakan akan dilaksanakan mulai pukul 21.00 hingga 02.00 itu dinilai kurang tepat.

"Saya menyarankan waktu pelaksanaan Jakarta Car Free Night dikaji ulang. Karena justru akan menghambat pergerakan warga Jakarta yang mau ke tempat-tempat hiburan dan juga tempat ibadah bagi umat Kristiani," kata Ferrial, dalam acara pertemuan Forkopimda di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.

Ferrial menilai, waktu dimulainya pelaksanaan Jakarta Car Free Night dengan menutup ruas jalan sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat pada pukul 21.00, itu terlalu dini. Hal itu dikarenakan menurutnya, justru pergerakan warga Jakarta pada malam pergantian tahun itu, baru akan terlihat pada pukul 22.00 hingga 23.00 WIB.

Sedangkan di kawasan Sudirman-Thamrin cukup banyak gedung perkantoran, hotel, restoran dan juga gereja. Akibatnya katanya, warga tidak akan bisa bergerak masuk ke dalam kawasan tersebut, padahal sudah memesan tempat di tempat-tempat usaha industri pariwisata. Kondisi ini menurutnya akan merugikan warga Jakarta yang ingin menikmati malam Tahun Baru.

Tidak hanya itu, pada malam Tahun Baru, umat Kristiani di Jakarta juga akan mengikuti misa atau ibadah malam Tahun Baru di gereja mereka masing-masing. Umumnya menurutnya, ibadah penutup tahun tersebut akan diadakan mulai pukul 18.00 dan berakhir pada 21.00 atau 22.00. Sehingga, kalau kedua jalan protokol tersebut ditutup, maka menurutnya warga Jakarta yang pulang beribadah dari gereja akan mengalami kesulitan menuju ke rumah mereka masing-masing.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memahami kebutuhan umat Kristiani untuk menjalankan ibadahnya. Karena itu, untuk mengantisipasi selesainya ibadah malam tahun baru tersebut, Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya menurutnya akan mengkaji kembali waktu pelaksanaan Jakarta Car Free Night.

"Oleh sebab itu, hal-hal seperti itu nanti bisa kita atur. Jadi pelaksanaannya tidak harus dimulai jam 9 malam. Kita ini tidak kaku kok. Lagipula, pergantian tahun barunya kan pada jam 12 malam. Puncak acaranya jam 12 malam. Masih ada kemungkinan diundur waktunya," kata Jokowi.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Sudjarno. Ditegaskannya, umat Kristiani di Jakarta tidak perlu khawatir tidak bisa menghadiri ibadah malam tahun baru di gereja. Karena teknis waktu penerapan Jakarta Car Free Night serta teknis penutupan jalan itu, menurutnya memang masih terus akan dibahas.

"Jadi ini belum final. Jamnya jam berapa dimulai, seperti disampaikan Gubernur tadi, ini teknis yang akan kita bahas dengan seluruh instansi yang terkait dalam rencana ini. Jadi secara teknis, akan dibicarakan ke dalam rapat lagi, terkait jalur-jalur mana yang akan ditutup dan kapan penutupannya," papar Sudjarno.

 

CLOSE