Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Trimedya Panjaitan.

Jakarta - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Trimedya Panjaitan, mengatakan bahwa pihaknya akan segera memutuskan kasus video seks yang diduga melibatkan anggota Komisi IX DPR berinisial KMN.

"Itu kan kasus-kasus yang seksi dan pasti akan ditanyai. Menurut saya, harus ada kepastian hukum. Kasus jangan (sampai) berulang tahun, diulang terus tiap tahun," kata Trimedya di Jakarta, Rabu (20/3).

Politikus PDI Perjuangan itu melanjutkan, bahwa berdasarkan surat keterangan yang dikirim oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ke BK DPR, video itu dinyatakan tidak identik dengan sosok KMN sebagaimana dituding banyak pihak.

"Ada surat dari Bareskim yang mengatakan tidak identik," kata Trimedya.

Namun, dikatakan oleh anggota Komisi III DPR RI itu lagi, BK sendiri belum menentukan sikap, apakah akan menerima keterangan dari Bareskrim Polri itu, atau akan mendengarkan kembali keterangan-keterangan dari para ahli.

"Nanti tinggal BK tentukan, apakah keterangan Bareskim itu bisa diterima oleh BK, atau BK akan mendengarkan dari pihak-pihak lain. Karena perlu ada kepastian itu. Kan kasihan orangnya," jelasnya.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho