Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik dari LIPI.

Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti menilai, proses demokrasi di Indonesia khususnya menghadapi penyelenggaraan pemilu presiden mulai terpengaruh gaya "Amerikanisasi Pemilu".

"Hal ini akan diterapkan oleh Partai Demokrat yang berencana menyelenggarakan konvensi calon presiden," katanya pada diskusi Mencari Pemimpin Bangsa yang diselenggarakan DPD RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (12/4).

Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli dan Anggota DPD RI Ahamd Subadri.

Menurut Ikrar, demokrasi ala Amerika Serikat yang diterapkan oleh Partai Republik dan Partai Demokrat di negara tersebut antara lain menerapkan konvensi calon presiden.

"Pola ini memiliki sisi positif dan negatif untuk diterapkan diterapkan di Indonesia," katanya.

Guru Besar Riset LIPI ini menilai, konvensi calon presiden yang akan diselenggarakan Partai Demokrat (PD) hendaknya diterapkan secara hati-hati.

"Persoalannya, posisi Partai Demokrat saat ini, mirip dengan apa posisi Partai Golkar saat menerapkan konvensi menjelang pemilu presiden 20014, dimana baru bangkit dari terpuruk," katanya.

Menjelang pemilu 2014, menurut Ikrar, Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Akbar Tandjung, berusaha keras membangun kembali citra partai yang terpuruk untuk meningkatkan elektabilitas pada pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan dengan menerapkan konvensi calon presiden. Ikrar menambahkan, rencana penyelenggaraan konvensi calon presiden ini menjadi tantangan bagi Partai Demokrat, apakah sungguh-sungguh untuk mencari figur terbaik sesuai aspirasi masyarakat atau menjadi alat politik untuk meningkatkan kembali elektabilitas.

Hal ini, lanjut Ikrar, tergantung bagaimana mekanisme penyelenggaraan konvensi tersebut.
Ia menambahkan, jangan sampai konvensi calon presiden yang akan diselenggarakan Partai Demokrat ini hanya sekadar menjadi alat politik seperti yang pernah dilakukan Partai Golkar.

"Saya khawatir, konvensi calon presiden Partai Demokrat lebih kepada pemulihan citra partai," katanya.

Sementara itu, anggota Dewan Pembina PD, Melani Leimena Suharli menyatakan, rencana penyelenggaraan konvensi calon presiden oleh PD, merupakan upaya untuk memulihkan citra partai sekaligus menaikkan elektabilitas partai yang merosot tajam.

Melalui konvensi calon presiden dan memberikan kesempatan kepada figur-fihur terbaik untuk berkompetisi di PD, maka bisa memilihkan citra partai sekaligus meningkatkan elektabilitas.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Ahmad Subadri, menyatakan mengapresiasi langkah partai politik yang membuka konvensi sehingga memberikan kesempatan kepada figur dari eksternal untuk turut berpartisipasi.

"Konvensi ini merupakan langkah bagus untuk memberi peluang bagi tokoh masyarakat tampil di partai politik," katanya.

Penulis:

Sumber:Antara