Gubernur Bank Indonesia terpilih, Agus Martowardojo.

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus memilih Menteri Keuangan (Menkeu) yang tepat sebagai pengganti Agus Martowardojo. Reputasi dari calon Menkeu baru itu pun diharapkan dapat menjadi prioritas.

"Tentu reputasi calon Menkeu itu yang paling penting. Artinya, calon Menkeu harus punya kemampuan tinggi di bidang moneter," kata Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, kepada media ini, di Jakarta, Senin (15/4).

Menurut Arbi, SBY perlu mengangkat Menkeu dari kalangan profesional dan bukan kader partai politik (parpol). Sebab menurutnya, tidak ada kader parpol yang memiliki kemampuan seperti kalangan profesional murni.

"Calon Menkeu mestinya dari kalangan profesional, atau ilmuwan yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya. Karena dari dalam parpol tidak ada yang profesional. Orang pintar dan berpengalaman jarang ada yang masuk parpol," ujarnya.

Seperti diketahui, Agus Marto telah terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Karena itulah, posisinya sebagai Menkeu bakal diganti. Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu juga kini sedang menunggu pemilihan Dirjen Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada akhir Mei nanti.

Namun, Arbi berpendapat bahwa Mari Elka sepertinya tidak akan diganti oleh SBY, setidaknya dalam waktu dekat. "Saya kira SBY tidak akan mau ganti dari awal. SBY akan tunggu dulu hasil pemilihan Dirjen WTO. Ada kepastian dulu, baru SBY mau ganti. Apalagi, kinerja Mari Elka kan dianggap baik sekarang. Mari Elka berhasil memasarkan pariwisata," ucapnya.

Lebih jauh, Arbi menambahkan bahwa sebenarya ada beberapa pos kementerian lain yang sebaiknya juga diganti untuk meningkatkan performa KIB II. Antara lain menurutnya yaitu posisi Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pertahanan. Akan tetapi, Arbi mengakui kalau pergantian menteri lain itu penuh risiko, apalagi jika menteri terkait berasal dari kalangan parpol.

"Kalau perlu, banyak menteri yang harus diganti. Tapi terlalu banyak risiko. SBY harus hadapi partai yang memperebutkan kursi. Mencari orang yang tepat itu tidak gampang. Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pertahanan, dan pos kementerian lain, perlu diganti. (Tapi) Semua kembali kepada SBY," tandasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6

Sumber:Suara Pembaruan