Ilustrasi pendaftaran Caleg di KPU

Jakarta - Partai Golkar (PG) tidak akan mengusung calon anggota legislatif (caleg) bekas narapidana (napi). Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal PG Idrus Marham di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (21/4).

"Tidak ada mantan napi (yang jadi caleg)," kata Idrus.

Dia juga menuturkan, DPR merupakan lembaga yang paling banyak disorot karena kinerja dan produktivitas.

Karena itu, bakal caleg DPR dari PG lebih mengedepankan kompetensi. Ditegaskan oleh Idrus, PG tidak mengutamakan popularitas.

"Kalau ingin DPR lebih produktif, maka usung calon yang berkualitas bukan yang popularitas," tuturnya.

Sedangkan terkait kader bermasalah atau yang diduga terlibat kasus korupsi, Idrus mengatakan, sebelum ada keputusan tetap, maka kader tersebut tetap diusung menjadi bakal caleg.

"Prinsip hukum kita ini kan praduga tidak bersalah, masa setiap disebut lalu dihapus dari partai, kan tidak. Pokoknya sebelum ada inkrah, itu prinsip hukum, itu aturan, kita ikuti, itu saja," katanya.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FER

Sumber:Suara Pembaruan