Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham ditemani beberapa kader Partai Golkar memberi keterangan kepada pers usai serahkan berkas Daftar Caleg Sementara (DCS) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).

 216 caleg Golkar berasal dari kalangan kaum muda.

Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menegaskan tidak ada menteri dari partainya yang mencalonkan diri menjadi anggota dewan DPR.

"Tidak ada menteri yang 'nyaleg', biarlah mereka konsentrasi pada pekerjaannya. Saya juga tidak mencalonkan karena ingin fokus pada partai," ujarnya di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).

Selain itu, lanjut Idrus, Partai Golkar tidak ingin merekrut bacaleg dengan tujuan hanya untuk meraih suara terbanyak pada Pemilu. Karena menurutnya, bacaleg yang mencalonkan untuk meraih suara lalu setelah itu mundur sama saja dengan menipu rakyat.

Seperti diketahui, dari 560 nama bacaleg yang di serahkan Partai Golkar ke KPU, 202 diantaranya adalah perempuan, sedangkan 216 diantaranya berasal dari kalangan kaum muda.

Untuk diketahui, salah satu persyaratan pendaftaran bacaleg adalah berkas pengajuan dan persyaratan bakal calon diserahkan kepada KPU dalam bentuk cetak (hardcopy) dan data lunak (softcopy).

Data dalam bentuk softcopy penting diserahkan kepada KPU karena akan digunakan oleh petugas pendaftaran dalam melacak adanya kenakalan bakal caleg yang mendaftar di lebih dari satu dapil. Selain itu, data softcopy juga dapat memeriksa bahwa bakal caleg tidak mendaftar melalui kendaraan dua parpol atau lebih.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2013, verifikasi kelengkapan administrasi bakal caleg dilakukan pada 23 April hingga 6 Mei, kemudian bagi bakal caleg yang belum lengkap secara administrasi akan diberi kesempatan perbaikan pada 9 - 22 Mei.

Suara Pembaruan

Penulis: WIN/FER

Sumber:Suara Pembaruan